Netral English Netral Mandarin
03:11wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Meski Melandai, Kasus Covid-19 di Jakarta Belum Mencapai Angka Ideal

Senin, 02-Agustus-2021 08:00

Gubernur DKI, Anies Baswedan
Foto : Istimewa
Gubernur DKI, Anies Baswedan
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan, kasus paparan Covid-19 di DKI Jakarta telah melandai, namun masih belum aman karena belum mencapai angka yang ideal.

Pelandaian itu terlihat berdasarkan data-data kasus aktif Covid-19, tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR), dan indikator lainnya.

Seperti dikutip dari akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (1/8/2021), Anies mengatakan, pada 16 Juni 2021 lalu kasus aktif di Jakarta mencapai 113.000, namun pada Sabtu (31/7/2021) turun menjadi hanya 19.000 kasus aktif.

"Ini artinya kasus aktif lebih rendah dibanding saat puncak gelombang pertama (Covid-19) pada Februari lalu," katanya.

Tren keterisian RS turun dari 90%-an menjadi 70%, sementara positivity rate turin dari 40% saat puncak gelombang pertama menjadi 15%.

Antrean di instalasi gawat darurat (IGD) sudah terurai, sementara jumlah warga yang meninggal saat isolasi mandiri juga turun menjadi hanya 5 orang per hari setelah sempat menyentuh 75 orang per hari.

Jumlah warga yang meninggal dan dimakamkan dengan protokol kesehatan (Prokes) juga turun dari 350-400 per hari hingga dua pekan lalu, menjadi 150-200 per hari.

Anies mengatakan bahwa penurunan ini merupakan hasil usaha banyak pihak, termasuk masyarakat yang mengurangi mobilitas dan menjaga Prokes dengan ketat selama PPKM Darurat pada 3-25 Juli 2021 lalu.

Meski demikian Anies mengingatkan warganya kalau penurunan ini bukan berarti pandemi Covid-19 sudah selesai. Ia bahkan mengatakan, warga Jakarta belum menang dari perang melawan Covid-19, karena meski kasus aktif lebih rendah, tapi kasus aktif Covid di Jakarta masih tinggi, karena setiap hari masih ada 3.000 tambahan kasus baru.

“Positivity rate juga masih harus diturunkan ke level ideal di bawah 5?n tingkat keterisian rumah sakit harus mencapai angka aman di 60%. Antrean di IGD memang sudah terurai, tapi ICU masih cukup padat,” katanya.

Anies mengingatkan warganya agar jangan sampai momentum penurunan kasus Covid-19 di Jakarta ini berbalik karena warga terburu-buru merasa senang, merasa berhasil, sehingga bebas berkegiatan.

“Terus kurangi mobilitas dan terus jaga protokol kesehatan sampai pandemi ini benar-benar tuntas,” pesannya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP