Netral English Netral Mandarin
14:26wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
Meski Minta Maaf, Penista Agama Harus Tetap Diproses, Muannas: Untuk Efek Jera, Jangan Berhenti di Materai

Selasa, 20-April-2021 14:47

Meski Minta Maaf, Penista Agama Harus Tetap Terus Diproses, Muannas: Untuk Efek Jera, Jangan Berhenti di Materei
Foto : Telusur.co
Meski Minta Maaf, Penista Agama Harus Tetap Terus Diproses, Muannas: Untuk Efek Jera, Jangan Berhenti di Materei
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Meski Desak Made Darmawati (DMD) sudah meminta maaf kepada umat Hindu atas dugaan penistaan terhadap agama Hindu yang sempat ia ucapkan beberapa waktu silam, namun proses hukum disebut-sebut bakal tetap berjalan. 

Menanggapi hal itu, Muannas Alaidid memberikan catatan khusus. Ia menggarisbawahi bahwa diharapkan persoalan penghinaan agama tidak boleh hanya berhenti di atas materai.

“Mesti terus ada proses hukum buat pelaku pemecah belah untuk efek jera, jgn berenti di materei, agar penghinaan sara kedepan tdk dianggap lg sebagai kewajaran,” kata Muannas, Selasa (20/4/21).

Sementara sebelumnya dilansir Bali Post, Desak Made Darmawati (DMD) menyampaikan permohonan maaf soal ucapannya dalam video yang viral karena diduga menistakan Hindu. 

Permohonan maaf disampaikan DMD dalam pertemuan dengan Dirjen Bimas Hindu, PHDI Pusat dan stakeholders Hindu lainnya, Sabtu (17/4) malam di  Gedung Lapangan Tembak Kesatrian Kopassus Cijantung, Jakarta Selatan.

Meski sudah meminta maaf, Dirjen Bimas Hindu, Tri Handoko Seto dan Ketua PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn). Wisnu Bawa Tenaya kompak menyatakan proses hukum tetap harus berjalan. Mereka menyatakan menerima permintaan maaf yang disampaikan oleh Darmawati.

“Saya sungguh berharap tentu saja kita semua memiliki kewajiban untuk saling memaafkan terlebih dalam hubungan antar umat beragama kita harus menjaga harmoni supaya ini tidak kemudian ke depan berlarut-larut mengganggu kegiatan kita, menyita banyak resource yang kita miliki dan lebih buruknya menimbulkan perpecahan antar umat beragama,” ujar Tri Handoko, dikutip dari website resmi Bimas Hindu.

Namun demikian, katanya, pesan dari Menko PMK, Muhadjir Effendy dan Menteri Agama, H. Yaqut Cholil, kerukunan harus dijaga tetapi proses hukum tetap harus dihormati. 

“Namun demikian tadi tetap pesan dari pak Menko dan Gus Menteri bahwa memang kerukunan harus kita jaga, tetapi bahwa kemudian komponen-komponen umat kita ingin menjalankan proses hukum, itu tolong tetap dilaksanakan sesuai kaidah-kaidah hukum yang berlaku tanpa perlu ada rasa prasangka kebencian,” kata Tri Handoko.

Sementara itu, meski sudah menerima permintaan maaf, Ketua STAHN Dharma Nusantara Jakarta, I Made Sutresna, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut menuntut untuk diadakan Tarkavada debat ilmiah.

“Pernyataan ibu disampaikan dalam forum seperti itu (ilmiah). Jangan sampai pernyataan Ibu Made ini apa selaku akademis dikutip sana-sini, jadi oleh karena itu maka harus diadakan sejenis apakah itu namanya debat teologi atau apa tentang apa yang sampaikan dengan audience yang sama,” kata Sutresna,.

Selain dihadiri oleh para tokoh umat Hindu dari berbagai lembaga keumatan Hindu, pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut dihadiri oleh Rektor dan civitas akademika UHAMKA serta Deputi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Nyoman Shuida.

Dalam pertemuan itu, DMD memohon maaf atas ucapannya dalam video yang viral dan menyinggung perasaan umat Hindu. Menurutnya, video yang viral merupakan video ceramah dengan tema “Kenapa Masuk Islam, Para Pencari Tuhan.”

Dosen kewirausahaan di UHAMKA tersebut menyatakan tidak bermaksud dan tidak memiliki niat untuk menista dan mengolok-olok agama Hindu dan masyarakat atau umat Hindu. Hal itu terjadi semata-mata disebabkan karena kelemahan dan kelalaiannya.

“Dengan kerendahan hati saya menyampaikan permohonan maaf kepada segenap masyarakat atau umat Hindu dan pemuka agama hindu serta segenap masyarakat Indonesia atas pernyataan saya yang keliru saya akan bertanggung jawab terhadap semua akibat yang ditimbulkan oleh kelalaian dan kesalahan saya ini. Namun demikian saya sangat berharap masyarakat atau umat hindu serta masyarakat Indonesia dapat menerima pernyataan permohonan maaf saya ini dan dapat diselesaikan secara kekeluargaan,” ucapnya saat membaca permohonan maaf yang ditulisnya. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto