Netral English Netral Mandarin
19:13wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Miliki Kedekatan, Gubernur Anies Dinilai Cocok Jabat Ketua DPW Partai NasDem DKI

Selasa, 14-September-2021 15:00

Gubernur Anies dan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh
Foto : Istimewa
Gubernur Anies dan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat Amir Hamzah menilai, Gubernur DKI Anies Baswedan cocok menjabat Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta. Alasan tersebut dikemukakan Amir lantaran ada alasan historis antara NasDem dan orang nomor satu di Jakarta itu.

Salah satu lanjut Amir, Anies menjadi salah seorang deklarator Ormas NasDem sebelum bertransformasi manjadi partai politik.

"Ada beberapa alasan historis yang membuat Anies cocok menduduki jabatan itu (Ketua DPW NasDem DKI). Karena Anies salah satu deklarator ormas NasDem sebelum menjadi partai politik," kata Amir Hamzah di Jakarta, Selasa (14/9/2021).

Kedua, dikatakan Amir, Anies merupakan orang dari jaringan mantan Wapres Jusuf Kalla, dan Jusuf Kalla juga merupakan salah satu deklarator Ormas NasDem.

Ketiga, Anies memiliki hubungan yang sangat baik dengan pendiri yang juga ketua umum Partai NasDem; Surya Paloh. "Bahkan oleh Surya Paloh, Anies sudah anggap seperti adiknya," ujar Amir.

Menurut Amir Hamzah, jika Anies menjadi ketua DPW NasDem DKI Jakarta, ada keuntungan yang didapat kedua belah pihak.

Pertama, perolehan suara NasDem bisa jadi akan terdongkrak pada Pemilu 2024, karena selain memiliki elektabilitas yang layak diperhitungkan berdasarkan beberapa hasil survei, Anies juga memiliki pendukung dan simpatisan yang sangat banyak, dari Sabang hingga Merauke, terutama dari kalangan umat Islam yang beroposisi dengan pemerintahan Jokowi.

Sementara Anies, kata Amir, akan lebih mudah mencalonkan diri menjadi Capres 2024 karena sudah ada partai yang secara ril dapat mengusungnya.

Seperti diketahui, dari hasil jajak pendapat yang dilakukan sejumlah lembaga survei, di antaranya Indonesia Political Opinion (IPO), elektabilitas Anis selalu masuk tiga besar, bersaing dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Anies sendiri dikabarkan memang akan maju di Pilpres 2024, setelah niatnya untuk maju lagi di Pilkada Jakarta 2022, kandas, karena pemerintah meniadakan Pilkada pada tahun itu dengan menggesernya ke tahun 2024.

Hanya saja, kendala Anies, dia belum punya partai. Ketika maju di Pilkada Jakarta 2017 dan berduet dengan Sandiaga Uno, konon dia diendors Jusuf Kalla, sehingga diusung oleh Gerindra dan PKS.

Rumor yang berkembang selama ini, untuk Pilpres 2024, Anies kemungkinan akan kembali diusung oleh PKS, juga oleh Demokrat dan NasDem, namun sejauh ini ketiga Parpol itu belum memberikan pernyataan resmi karena gelaran Pillres 2024 masih tiga tahun lagi.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani