Netral English Netral Mandarin
15:24wib
Komut PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama mengungkap selain menghapus fasilitas kartu kredit bagi direksi, komisaris, dan manajer, juga menghapus fasilitas uang representatif. Terdakwa kasus tes usap palsu RS Ummi Bogor, Rizieq Shihab, akan membacakan duplik pagi ini di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Miliki Lenting Berisi Cairan di Kulit, Waspada Anda Alami Gangguan yang Satu Ini

Minggu, 18-April-2021 08:30

Waspadai jika ada lenting di tubuh Anda.
Foto : HelloSehat
Waspadai jika ada lenting di tubuh Anda.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Apakah Anda memiliki lesi kulit, yakni berupa kelompok lenting berisi cairan dan berderet, serta berwarna merah? Jika ya, Anda patut waspada karena bisa jadi Anda alami gangguan kulit bernama Herpes Zoster (HZ). 

Dr Anthony Handoko, SpKK, FINSDV mengatakan, insiden HZ biasanya terjadi pada rentang usia 45-65 tahun. Akan tetapi, trend saat ini menunjukkan bahwa kasus HZ terjadi ppada kalangan usia yang lebih muda. 

“Kaus Herpes Zoster lebih sering terjadi pada kalangan wanita. Sebesar 30 persen dari populasi pernah mengalami HZ ini semasa hidup,” ujar Dr Anthony, baru-baru ini dalam sebuah konferensi pers virtual.

Lebih lanjut dia jelaskan bahwa, HZ terjadi berasal dari Varicella-Zoster Virus (VZV). Infeksi pertama pada kasus ini dikenal sebagai Varisela atau cacar air dan pada reaktivasi virus berikutnya disebut dengan HZ.

“Gejalanya  berupa lesi kulit, kelompok lenting cairan dan berderet, serta berwarna merah. Keadaan itu juga disertai dengan rasa nyeri, panas, terbakar, dan tertusuk yang hilang timbul atau menetap,” jelas dia. 

Gejala kulit akan timbul pada lokasi syaraf yang terkena/dermatoma dan hanya padaseparuh tubuh. Keadaan itu berlangsung selama 2-3 minggu. 

Biasanya gangguan ini diawali dengan gejala umum seperti demam, lesu, sakit kepala seperti gejala flu selama 1-5 hari sebelum gejala kulit timbul. Selain itu, berat atau ringannya gejala akan tergantung pada status imunitas dan usia.

Gejala HZ disebut akan lebih sering timbul, lebih berat dan luas. Itu bisa terjadi apabila penderita memiliki pentakit penyerta atau dalam keadaan imunokompromais, seperti kanker, sedang dalam kemoterapi, leukimia, HIV/AIDS, pasien transplantasi organ.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani