Netral English Netral Mandarin
06:18 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Minta Aa Gym Divaksin Setelah Jokowi, Permadi: Jangan Cuma Nyinyir dan Endorse Pilpres

Jumat, 18-December-2020 16:15

Permadi Arya alias Abu Janda, pegiat media sosial.
Foto : Twitter Permadi Aerya,
Permadi Arya alias Abu Janda, pegiat media sosial.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda mengunggah video di berbagai akun media sosialnya yang ditujukan kepada penceramah Abdullah Gymnastiar atau yang akrab dipanggil Aa Gym.

"Asalamualaikum Aa, nama saya Permadi, urang Bandung, saya bikin video ini buat Aa Gym," kata Abu Janda dalam video tersebut, seperti dilihat netralnews.com di akun Twitternya, @permadiaktivis1, Jumat (18/12/2020).

Video tersebut dibuat Abu Janda terkait pernyataan Aa Gym yang meminta agar
Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharni, jajaran menteri, dan sejumlah pejabat lainnya di Tanah Air untuk bersedia menjadi kelompok pertama yang disuntik vaksin virus corona (Covid-19).



Dalam video berdurasi 46 detik itu, Abu Janda meminta Aa Gym untuk bersedia menjadi orang kedua yang mau disuntik vaksin Covid-19. Pasalnya, Presiden Jokowi telah menyatakan siap menjadi orang pertama di Indonesia yang menjalani vaksinasi Covid-19.

"Aa Gym kan minta Pak Jokowi supaya mau jadi orang pertama yang disuntik vaksin. Itu Pak Jokowi sudah mau. Nah sekarang saya sebagai umat Islam minta Aa sebagai ulama panutan untuk jadi orang kedua yang disuntik vaksin," ujarnya.

"Kan seharusnya setelah umara (pemimpin pemerintahan) memberi contoh, harusnya ulama yah yang memberikan contoh," jelas Abu Janda.

Abu Janda lantas menyindir Aa Gym. Menurutnya, Aa Gym mestinya memberikan contoh yang baik bagi umat dan bukan hanya nyinyir terhadap pemerintah.

"Sekali-sekali atuh Aa melakukan sesuatu yang berguna, memberikan contoh yang baik buat umat. Jangan cuma bisanya berpolitik nyinyirin pemerintah, sama endorse pilpres doang. Ya Aa Yah, sok ah diantos Aa. Asalamualaikum," sentil Abu Janda.

Sebelumnya, Aa Gym meminta Presiden Jokowi, Wapres Ma'ruf Amin, Ketua MPR, Ketua DPR, jajaran menteri, dan sejumlah pejabat untuk bersedia menjadi kelompok pertama yang disuntik vaksin Covid-19, agar masyarakat yakin bahwa vaksin itu benar-benar teruji dan aman.

 

"Memang bagus vaksin ini kalau sudah terbukti teruji, supaya masyarakatnya percaya, ya Pak Presiden, Wakil Presiden, Ketua MPR, Ketua DPR, para Menteri, dan para Jenderal yang pemberani-pemberani itu harus berani divaksin dulu, kalau nanti ingin masyarakat yakin. Nanti barisan kedua yang mungkin divaksin itu petugas kesehatan," kata Aa Gym dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube, Rabu (16/12/2020).

Aa Gym menambahkan, jika Presiden, Wapres serta pejabat lainnya sudah membuktikan efikasi, keamanan, dan kehalalan vaksin tersebut, maka masyarakat juga tidak akan khwatir untuk divaksin.

"Jadi risikonya memang keyakinannya harus ada dengan bukti. Kalau ada bukti ini aman, ini halal, dan ini bermanfaat seharusnya tidak ada keraguan," ucap dia.

Bahkan, pembina Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini pun mengaku bakal bersedia menjadi orang yang divaksin asal pemerintah dapat memastikan efikasi, keamanan, dan kehalalan vaksin.

 

"Dan apabila sudah halal nanti dari BPOM dan MUI, Aa sangat-sangat bersedia, Dengan catatan, vaksin sudah terbukti dan teruji akan membawa kemanfaatan dan menjauhkan dari kebinasaan," jelasnya.

Seperti diberitakan, Presiden Jokowi telah menegaskan bahwa dirinya siap menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin Covid-19. Hal ini, kata Jokowi, untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin virus corona aman digunakan.

"Saya juga ingin tegaskan lagi, nanti saya yang akan menjadi penerima pertama, divaksin pertama kali. Hal ini untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan aman," ujar Presiden Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (16/12/2020).

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP