Netral English Netral Mandarin
04:54wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Minta Jokowi Komentari Kematian Tengku Zul, DT Sentil RG: Manusia Sakaw Kalau Ngomong banyak Halusinasinya

Rabu, 12-Mei-2021 14:00

Politisi PDIP, Dewi Tanjung
Foto : Istimewa
Politisi PDIP, Dewi Tanjung
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP, Dewi Tanjung menyoroti pernyataan Rocky Gerung yang meminta Presiden Jokowi buka suara terkait meninggalnya mantan petinggi MUI, Tengku Zulkarnain.

Dewi menyebut Rocky sebagai manusia sakaw yang selalu berhalusinasi saat berbicara. "Manusia Sakau ini kalo Ngomong memang banyak Halusinasinya," kata Dewi dalam akun Twitternya.

Menurut wanita yang akrab disapa Nyai ini, Tengku Zul hanyalah ustad gadungan yang hanya mengajari sabung ayam, dan dilayani bidadari saat di surah nanti.

"Mana mungkin Jokowi mau Ngomentarin kematian si Zul emang dia siapa cuma ustad gadungan yg otaknya hanya mengajarkan soal Melayani 72 bidadari & Ngadu ayam doank," ujar Dewi.

"Ceramah si Zul ngga ada yg berkualitas untuk umat islam," lanjutnya.

Sebelumnya Rocky Gerung menyinyiri Pemerintah, yaitu Presiden Jokowi yang hingga saat ini masih ia tunggu untuk mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Tengku Zulkarnain.

Padahal bila ada artis atau tokoh publik lain yang meninggal, menurut Rocky, Presiden Jokowi dengan cepat menyampaikan belasungkawanya, seperti ketika pendakwah Syekh Ali Jaber dan artis Glen Fredly berpulang. 

Menurut Rocky, hal ini menunjukkan bahwa Istana tidak mempunyai peradaban dan Presiden Jokowi seharusnya membuat sebuah kalimat ke hadapan publik atas wafatnya Tengku Zul.

“Ini istana betul-betul tuna culture (budaya), gak punya peradaban itu. Seharusnya kan di awal, Jokowi musti datang ke publik mengatakan bahwa, ‘ya saya berduka’ dengan segala macam kalimat yang bisa dibuat. Tapi intinya adalah dia menghargai seorang tokoh.”

Rocky beropini bahwa jika Jokowi paham akan keadaan sekarang, maka ia akan datang dengan kalimat menyejukkan.

“Jadi, sebetulnya kalau Presiden Jokowi paham tentang keadaan hari ini, dia musti datang dengan kalimat yang menyejukkan di dalam momentum meninggalnya Ustadz Zul. Jadi, ini hal yang standart,” pungkas Rocky Gerung.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati