Netral English Netral Mandarin
04:10wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Minta Keluarga SBY Tidak Cerewet, Arief Poyuono: Jangan Sampai Rakyat Enek

Rabu, 14-Juli-2021 20:18

Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono,
Foto : Media Indonesia
Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono,
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, mengingatkan keluarga besar Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk tidak cerewet terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang tengah bekerja menanggulangi pandemi Covid-19.

Menurutnya, jika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Annisa Pohan belum bisa membantu meringankan beban rakyat di tengah pandemi ini, setidaknya jangan banyak omong.

Hal tersebut disampaikan Arief dalam video yang diunggah di akun Twitter-nya, @bumnbersatu, seperti dilihat netralnews.com, Rabu (14/7/2021).

"Saya ingatin nih sama keluarga besarnya Pak SBY, anak-anaknya, mantunya, tolong jangan cerewet, tolong diam kalau nggak bisa melakukan apa-apa untuk masyarakat. Paling nggak diam," kata Arief.

Lebih lanjut, Arief menyarankan keluarga besar SBY melakukan tindakan nyata membantu warga seperti membagikan sembako untuk warga di sekitar kediaman mereka.

"Kalau bisa coba nyumbang sembako untuk rakyat yang lagi susah karena PPKM Darurat. Nggak usah seluruh Indonesia lah, di sekitar tempat tinggalnya," ujarnya.

Arief menambahkan, keluarga SBY bisa mencontoh dari pengusaha yang menyalurkan bansos untuk masyarakat hingga mendirikan rumah sakit tenda untuk pasien Covid-19 menggunakan uang pribadi.

"Atau contoh tuh ada pengusaha yang tidak banyak omong tapi dia membantu masyarakat, membuka rumah sakit tenda untuk Covid, menyalurkan bansos dengan duit pribadinya," ungkapnya.

Arief menegaskan, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk cerewet dan menyalahkan pemerintah, karena pandemi Covid-19 adalah permasalahan seluruh masyarakat Indonesia yang harusnya ditangani secara bergotong royong.

"Jangan cerewet, jangan banyak omong, jangan nggedabrus 'negara gagal lah'. Coba bantu karena Covid ini permasalahan kita semua, permasalahan yang harus kita selesaikan bersama," ucap dia.

Untuk itu, Arief kembali mengingatkan keluarga besar SBY supaya berhenti nyinyir terhadap Presiden Jokowi yang tengah bekerja keras menyelematkan rakyat dari pandemi ini.

Arief bahkan berpendapat sikap AHY, Ibas dan Annisa yang kerap 'menyerang' pemerintahan Jokowi, bisa menjadi bumerang bagi keluarga besar SBY itu.

"Jangan Pak Jokowi lagi kerja keras, dibully. Jangan Pak Jokowi kerja keras mati-matain menyelamatkan masyarakat, dibully, diejek, dinyinyirin. Apaan kayak begitu? Kayak yang benar aja kalian. Jangan sampai rakyat nanti enek ngelihatnya, udah benci gitu," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli