Netral English Netral Mandarin
16:21wib
Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal saat kegiatan pramuka susur sungai di Sungai Cileueur. Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha baru untuk pinjaman online.
Minta Maaf Terkait Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Kapolda Sumsel Beberkan Kronologinya

Kamis, 05-Agustus-2021 20:00

Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Eko Indra Heri
Foto : Istimewa
Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Eko Indra Heri
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Eko Indra Heri meminta maaf atas pemberian tentang bantuan sebesar Rp2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

"Saya minta maaf kepada masyarakat Indonesia. Kegaduhan yang terjadi dapat dikatakan sebagai kelemahan saya sebagai individu," katanya di Gedung Promoter Polda Sumsel, Kamis (5/8/2021).

Eko menjelaskan, polemik ini bermula ketika dirinya dihubungi Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy dan dokter pribadi keluarga Akidi Tio, Hardi Darmawan, saat sedang berada di rumah dinasnya.

Eko mengaku, kala itu ia diberitahu bahwa keluarga mendiang Akidi akan memberikan bantuan kepada masyarakat Sumsel terkait penanganan pandemi, dan uang itu dalam proses ditransfer.

Karena percaya, Eko mengakui tidak mengecek terlebih dahulu kebenaran uang yang disumbangkan tersebut, dan ternyata uangnya tak kunjung ada.

"Ini terjadi karena ketidakhati-hatian saya," tuturnya.

Eko mengaku tidak mengenal anak bungsu Akidi Tio, Heriyanty, yang menyerahkan sumbangan itu, namun mengaku mengenal mendiang Akidi Tio saat bertugas di Palembang, dan juga mengenal mendiang anak sulung Akidi, Johan, saat menjabat sebagai Kapolres Aceh Timur.

Eko meminta kepada semua pihak untuk menghentikan kegaduhan dan kembali konsentrasi pada penanganan Covid-19 di Sumsel.

"Saya minta maaf, khususnya kepada Kapolri, pimpinan di Mabes Polri, anggota Polri, masyarakat Sumsel, tokoh agama dan tokoh adat. Terutama Forkompinda Sumsel, Gubernur, Pangdam dan Danrem. Saya sebagai manusia biasa memohon maaf. Ini terjadi akibat ke tidak hati-hatian saya," ujar dia.

Seperti diketahui, sumbangan itu menjadi heboh bukan saja karena jumlahnya yang fantastis, namun juga karena digoreng para buzzer pemerintah untuk mengolok-olok oposisi dan mendiskreditkannya.

Sumbangan itu bahkan dijadikan perbandingan dengan donasi yang dikumpulkan Ustad Adi Hidayat yang disumbangkan ke Palestina.

Dalam cuitan-cuitannya di media sosial, para buzzer itu, antara lain Denny Siregar dan Dosen UI Ade Armando, memuji-muji keluarga Akidi Tio dan menggunakan etnis ke-Tionghoa-an Akidi untuk menilai ke-NKRI-an seseorang.

Ketika sumbangan Rp 2 triliun itu ternyata diketahui cuma prank, para buzzer itu pun menjadi bahan tertawaan dan cemooh oposisi di media sosial.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani