Netral English Netral Mandarin
09:59 wib
Indonesia menempatkan tiga wakilnya pada babak perempat final Toyota Thailand Open 2021 yang akan berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Jumat (22/1). Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan mulai 25 Januari hingga 8 Februari 2021.
Mirip dengan Suriah saat Awal Perang, DS: Memang Skenario Sudah Diatur

Senin, 14-December-2020 12:00

Pegiat Medoa Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Medoa Sosial Denny Siregar
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (Medsos) Denny Siregar menyikapi keterlibatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam penyelidikan kasus tewasnya enam anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek, beberapa waktu lalu.

Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), Komnas HAM mengaku banyak temuan baru dan mengungkap beberapa fakta baru.

Denny pun menyatakan, kasus yang dialami Indonesia ini mirip dengan kasus di Suriah, saat awal perang. Dimana lembaga HAM Suriah sengaja ikut campur dan menuduh aparat negara yang tidak-tidak.



Bahkan laporan lembaga HAM Suriah dijadikan senjata oleh pemberontak, untuk mendapatkan dukungan dunia luar.

"Di Suriah waktu awal2 perang juga gitu. Lembaga HAM nya sengaja ikut campur dan menuduh aparat negara yang tidak- tidak," kata Denny Siregar dalam akun Twitter-nya @Dennysiregar7.

"Laporan lembaga HAM Suriah ini dijadikan senjata oleh pemberontak utkk mendapat dukungan dari negara luar. Sebenarnya emang skenarionya udah diatur gitu," lanjutnya.

Diketahui Komnas HAM terus menyelidiki kasus dugaan penembakan terhadap 6 orang anggota Laskar Front Pembela Islam ( FPI ) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 yang terjadi beberapa waktu lalu.

Komisioner Komnas HAM, Mochamad Choirul Anam mengaku pihaknya kemarin kembali melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pendalaman peristiwa di lokasi.

"Setelah sebelumnya mendengarkan kesaksian dan mendalami beberapa keterangan," ujar Choirul Anam, Minggu (13/12/2020).

Pria yang akrab disapa Anam itu enggan merinci apa saja fakta baru yang ditemukan di lokasi dari hasil pendalaman terhadap kasus tersebut. Termasuk, tak merinci siapa-siapa saja yang sudah dipanggil lembaganya untuk dimintai keterangan.

Anam hanya memastikan, hasil olah TKP dan pendalaman yang dilakukan Komnas HAM telah memberikan petunjuk baru untuk mengungkap kasus itu secara terang benderang.

"Saat ini peristiwa tersebut, semakin detail dan secara bertahap semakin terang. Semoga semakin banyak pazel terungkap," jelas Anam.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati