Netral English Netral Mandarin
11:01wib
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Minggu 1 Agustus 2021. Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021).
Miris! Angka Kematian di Jepara Melonjak dalam 4 Hari Terakhir, Gus Sahal: Ngeri nih Daerah Asalku

Jumat, 18-Juni-2021 19:00

Akhamd Sahal
Foto : Istimewa
Akhamd Sahal
6

JEPARA, NETRALNEWS.COM - Akhmad Sahal atau biasa dipanggil Gus Sahal ikut prihatin dengan adanya lonjakan kasus Covid-19 di Jepara, yang merupakan daerah asalnya. 

Bahkan, dalam empat hari terakhir, lonjakan kematian gegara Covid-19 cukup memprihatinkan. 

“Ngeri nih daerah asalku...,” kata Gus Sahal merasa prihatin seperti disampaikan melalui akun Twitternya, Jumat 18 Juni 2021.

Sebelumnya dilansir Murianews.com, perkembangan Covid-19 di Kabupaten Jepara semakin tak terkendali dalam sepekan terakhir. 

Selain angka kasus positif Covid-19 meningkat, angka kematian karena virus ini juga meningkat tajam. 

Dalam empat hari ini, setidaknya ada 70 lebih warga Jepara yang meninggal dunia karena Covid-19. Sesuai data di BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jepara, dalam empat hari terakhir angka kematian yang terjadi telah membuat tim pemakaman kewalahan. 

M Zainnudin, salah satu coordinator Tim Pemakaman Covid-19 di BPBD Jepara menyebutkan, ada sekitar 70 orang yang meninggal karena Covid-19 dalam empat hari terakhir. 

Dimulai pada Selasa (15/6/2021) jumlah kematian yang terkonfirmasi pihaknya mecapai 21 orang. 

Kemudian pada Rabu (16/6/2021) jumlah kematian yang ditangani pihaknya mencapai 22 orang. 

Lalu pada Kamis (17/6/2021) jumlah kematian yang dilaporkan mencapai 21 orang. 

Terakhir pada Jum’at (18/6/2021) hari ini, jumlah kasus kematian mencapai 11 orang hingga siang sekitar jam 12.00 WIB. 

“Jumlah yang meninggal sudah meningkat drastis sejak pekan lalu. Awal pekan ini jumlahnya sudah diatas 15. Baru hari ini, jumlahnya baru mencapai 11 orang,” ujarnya, Jum’at (18/6/2021). 

Situasi ini diakui oleh M Zaenudin menimbulkan masalah untuk proses pemakamannya. Tenaga pemakaman di BPBD Jepara yang sudah ada tidak mampu melakukan tugasnya dengan cepat. 

Kematian karena Covid-19 yang seharusnya segera ditangani, terkadang harus menunggu petugas pemakaman dari BPBD Jepara menyelesaikan tugasnya lebih dulu. Terutama dalam empat hari terakhir, tim pemakaman harus bekerja ekstra keras. 

“Dua tim yang saat ini ada akhirnya bekerja secara marathon. Satu pemakaman selesai akan langsung pindah ke pemakaman berikutnya. Hari ini sudah ada 5 jenasah yang antri untuk dimakamkan,” ujar M Zainudin. 

Sementara itu Satgas Penanganan Covid-19 Jepara, melalui Juru Bicaranya Moh Ali menyampaikan ada penambahan 448 kasus positif Covid-19 baru. 

Data ini merupakan hasil pemeriksaan PCR yang diterima pihaknya pada Kamis (17/6/2021). 

Jumlah penambahan kasus yang mencapai 448 orang ini merupakan yang tertinggi yang pernah terjadi di wilayah Jepara. Dari jumlah tersebut sebanyak 7 orang diketahui berasal dari luar Jepara. 

“Penambahan angka kasus untuk Kamis kemarin memang luar biasa. Jumlahnya sampai 400 lebih. Kami kuatir jumlah ini akan terus naik dalam beberapa hari.Mudah-mudahan hal ini bisa menjadi perhatian semua pihak,” ujarnya, Jum’at (18/6/2021). 

Kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan harus dilakukan. 

Masalah ini tidak boleh diabaikan, jika tidak ingin kasus positif Covid-19 meningkat lebih parah lagi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli