Netral English Netral Mandarin
13:53wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Belum 5 Hari Nikah, Sepasang Pengantin Dikabarkan Dimangsa Siluman di Kudus

Minggu, 13-Juni-2021 16:45

Ilustrasi sungai alami di Jawa Tengah
Foto : Mapio.net
Ilustrasi sungai alami di Jawa Tengah
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mau dibilang bagaimanapun, masyarakat Jawa memang kaya akan mitos. Bila dilihat dari berbagai sisi, kisah mitos sebenarnya memiliki kearifannya sendiri-sendiri. 

Salah satunya adalah larangan bagi pengantin baru tidak boleh bepergian selama lima hari pertama pernikahannya. Bila dilanggar dapat menimbulkan malapetaka. 

Namnya baru menikah, seandainya benar terjadi bencana sesudah pernikahan, dapat dipastikan akan meninggalkan kenangan tragis. Usai pesta yang penuh kegembiraan tiba-tiba berubah menjadi duka. 

Untuk itulah, siapapun yang baru menikah, sebisa mungkin menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Mungkin inilah salah satu makna di balik mitos tersebut. 

Nah, ada satu kisah pilu benar-benar terjadi di Kudus Jawa Tengah, tepatnya, di Desa Rejosari dukuh Dengkol. 

Di sini terdapat Kedung atau bagian aliran sungai yang dalam dan  terkenal angker.  Tempat itu kemudian dinamakan “Kedung Nganten”.

Dalam cerita lisan warga setempat, beberapa tahun silam terjadi bencana memilukan di mana ada sepasang pengantin baru meninggal gegara tercebur ke dalam kedung saat melintasi jembatan di atas kedung tersebut. 

Warga mempercayai ada kaitannya dengan larangan dilanggar sepasang pengantin itu yakni malah bepergian sebelum usia pernikahan lima hari terlewatkan. 

Warga setempat meyakini bahwa dalam adat Jawa adalah pantangan bagi pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan pergi keluar dari desanya.

Mirisnya, pengantin itu disebut-sebut dimangsa penghuni kedung anker. Ketika pantangan dilanggar, tulah berwujud siluman ular mengganggu sepasang pengantin saat melintasi jembatan.

Akhirnya sepasang pengantin tewas usai hanyut dibawa sang ular siluman. 

Memang, ada versi lain yang menyebutkan bahwa pengantin itu meninggal karena melawan mitos tentang larangan menikahi warga antar desa yang dipisahkan sungai angker tersebut. 

Entah mana yang benar dari mitos tersebut, namun yang pasti sepasang pengantin sempat terperosok dari jembatan saat sedang akan menyeberang sungai. 

Mereka kemudian ditemukan tewas usai hanyut di sungai. Jenasah mereka ditemukan saat belum genap  lima hari menikah. 

Mengenai siluman ular penghuni kedung, hingga kini masih tetap diyakini menghuni lokasi itu. Oleh sebab itu, warga dilarang mandi di sekitar  kedung.

Sutiyono (45), kepada awak media Isknews.com beberapa waktu silam mengatakan bahwa seorang warga pernah melihat penampakan sosok ular siluman tersebut dan lari ketakutan. 

” Pernah warga di sini dihantui penampakan ular tersebut di situ ketika masa panen ia lupa membawa sesaji atau “Buceng” berupa ikan sepasang ( Lele dan Kutuk/Gabus) yang biasa petani lakukan. Ia lari terbirit birit melihat ular besar di sana ” Terangnya.

Sementara warga lain yang kini sudah berusia 58 tahun, mengaku bahwa kisah siluman ular penghuni Kedung Nganten sudah ada sejak ia kecil. 

“Cerita itu sudah ada ketika saya kecil yang sudah turun temurun. Itu cerita orang kuno,” katanya.

” Namun dengan pemahaman aqidah agama Islam yang baik di masyarakat, sekarang sudah tidak berlaku lagi walau masih beberapa orang yang masih percaya seperti. Janganlah mempercayai hal yang bisa membuat kita sirik,” pungkasnya

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati