Netral English Netral Mandarin
04:52wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Miris! Sebar Video Kerusuhan, Seorang Guru Dicokok Polisi, Netizen: Begini Ditindak, Giliran UAS-Waloni Dibiarin

Sabtu, 17-Juli-2021 21:10

Seorag guru di Lampung ditangkap karena sebar hoaks
Foto : Lampung.Suara.com
Seorag guru di Lampung ditangkap karena sebar hoaks
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang guru sebar hoaks video berisi kerusuhan yang meletus di Lampung  ramai mendapat sorotan publik. 

Di akun FB Mak Lambe Turah, Sabtu, 17 Juli 2021, sejumlah netizen ikut geram dibuatnya. Namun ada juga yang membandingkan dengan pernyataan sejumlah tokoh agama namun dibiarkan. 

MLT: “Astagaaa.”

Edi Syahputra Syahputra: “Kalo yg gini cepat2 di tindak,giliran tokoh agama sama media yg nyebar hoax di biariiiinnn ga ada sanksi.. Kalo yg gini ga ada pengikutnya,tp model uas, yahya waloni, kmrn yg baru anak almrhum Mbah Maimun media tempo, detik, gelora, cnn dll . mereka punya pengikut yg byk,lbh bahaya bila di biarkan.”

CBi Log: “Bosan dia ngajar online.”

Untuk diketahui, gegara sebar hoaks di sosial media terkait kerusuhan, oknum guru di Kota Metro, Lampung diamankan polisi, Jumat (16/7/2021).

Sempat beredar video hoaks di sosial media terkait kerusuhan yang terjadi di terminal Kota Metro, di mana satu hari sebelum beredar terjadi penertiban pedagang kaki lima (PKL) di lokasi tersebut.

Video kerusuhan tersebut sempat memicu keresahan warga di Kota Metro. Mengetahui hal itu Tim Ditreskrimsus Polda Lampung segera bergerak cepat mencari asal usul pertama kali video tersebut diunggah di media sosial.

Kasatreskrim Polres Metro, AKP Andri Gustami, melalui pesan singkat mengatakan bahwa sudah dilakukan penangkapan kepada pengunggah pertama video hoaks kerusuhan di terminal Kota Metro tersebut.

“Sudah diamankan tim Ditreskrimsus Polda Lampung, pelaku berinisial, G (50) warga Jalan Belida, Kelurahan Yosodadi, Metro Timur. Pelaku merupakan seorang guru dengan riwat pendidikan Diploma IV Sastra,” kata Andri Gustami dinukil Kumparan, Jumat malam, 16/7/2021.

Diketahui video tersebut diunggah pertama kali oleh akun Facebook Guntoro 21, dan menjadi viral. Video itu sendiri merupakan kerusuhan yang terjadi di Pasar Kartini, Peunayong, Aceh pada 24 Mei 2021 lalu. Namun, video tersebut diunggah oleh pelaku dan diberi tulisan Terminal Metro Pusat.

Permohonan Maaf Pelaku

“Assalamualaikum perkenalkan nama saya Guntoro pemilik akun Guntoro 21, terkait video kerusuhan yang terjadi di Terminal Metro Pusat pada tanggal 15 Juli 2021, pukul 22:00 WIB adalah video hoaks. Untuk itu, warga seluruh Lampung khususnya warga Kota Metro dan sekitarnya, saya atas nama pribadi mohon maaf, serta berjanji tidak akan mengulangi kembali,” ucapnya dalam video permohonan maaf di Polda Lampung.

Saat ini kasus tersebut masih ditangani oleh tim Ditreskrimsus Polda Lampung untuk mengetahui motif di balik penyebaran video yang diunggah oleh oknum guru tersebut

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati