3
Netral English Netral Mandarin
19:51 wib
Sebanyak tujuh mantan kader Partai Demokrat yang baru saja dipecat bakal menggugat gugatan secara kolektif ke Pengadilan Negeri pekan depan. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan telah memangkas jumlah BUMN dari 142 menjadi tinggal tersisa 41 perusahaan.
Misteri Ketukan Jendela Kamar Terkuak, Terbukti Terkait Mahasiswi Bunuh Diri

Sabtu, 23-January-2021 13:36

Ilustrasi Misteri Ketukan Jendela Kamar Terkuak, Terbukti Terkait Mahasiswi Bunuh Diri
Foto : Istimewa
Ilustrasi Misteri Ketukan Jendela Kamar Terkuak, Terbukti Terkait Mahasiswi Bunuh Diri
4

DEPOK, NETRALNEWS.COM – Hujan masih menyisakan rintik. Rindu (19) meringkuk menahan dingin.

Ia raih remote yang terpampang di dinding. Dipencetnya tombol plus-minus, 17, 18, dan terhenti di angka 21 derajat Celcius.

Ia dekap guling kesayangannya sambil membayangkan, di musim penghujan, ibunya selalu memasakkan jahe hangat untuknya. Anak satu-satunya, buah kasih bapak ibunya, Rindu merasa selalu menjadi ratu bila di rumah.

Kini kampung halamannya jauh di mata. Meski kini mudah meluncur ke kampung, namun pulang-pergi Depok, Jawa Barat-Pontianak tidak boleh sering-sering ia lakukan.

Ia merasa kasihan dengan bapak ibunya. Terlalu sering pulang membuat boros keuangan keluarganya. Bapak Ibunya hanya pegawai negeri sipil (PNS) rendahan di dinas pendidikan kota Pontianak.

Maka, ia tindas perasaan kangen. Rindu menekan rindu. Ia alihkan pikirannya pada materi kuliah di Universitas Indonesia, kampus terkenal tempat menimba ilmu saat ini.

Namun pikirannya enggan menyelami materi ekonomi makro dan mikro yang diberikan dosen kepadanya. Jurusan Ekonomi yang ia pilih tiba-tiba menjadi terasa hambar.

Justru gangguan-gangguan selama tinggal indekos dekat kampus yang melintas di kepalanya. Nalurinya terhadap kekuatan supranatural yang ada di sekitarnya kembali datang menggoda.

Ia sulit tidur. Jam dinding di kamar indekosnya menujuk angka 9 lebih 18. Hari belum larut malam. Namun, suara ketukan di jendela belakang mulai datang.

Rindu enggan menanggapi. Namun ia tak bisa memungkiri, di lantai dua tempat kamarnya berada, angker. Gedung tempat ia indekos memang angker.

Baru tujuh  bulan ia menempatinya. Tapi, rasanya seperti sudah sepuluh tahun. Ini gegara waktu terasa berjalan lambat.

Setiap malam ia susah tidur. Setiap menginjak lewat pukul 21.00 WIB, kamarnya berubah menyeramkan. Ketukan-ketukan jendela oleh seseorang yang minta dibukakan terus menggodanya.

Hanya manusia jadi-jadian bila ingin masuk ke rumah melalui jendela di malam hari. Manusia sungguhan pasti mengetuk pintu, bukan jendela.

Lagi pula, jendela di belakang kamar, bukan menghadap jalan atau lorong tapi langsung menuju kebon kosong. Dan ini di kamar lantai dua, bukan lantai satu.

Jadi, sosok itu melayang dan mengetuk pintu jendelanya?

Pertanyaan Rindu terjawab di suatu ketika. Ia buka jendela. Badannya segera menggigil ketakutan. Berjarak sekitar 10 meter dari jendela yang ia buka, ada sesosok wanita berbaju putih duduk di dahan pohon nangka.

Pohon nangka besar di belakang rumah indekosnya laksana sangkar di mana sosok itu bertengger memamerkan dirinya yang mengambang tanpa terlihat telapak kakinya.

Rindu menahan nafas. Ia sempat melihat wajah sosok itu menatap jauh meski menghadap ke muka Rindu. Rindu membaca mantera yang diajarkan ayahnya.

Sosok itu kemudian perlahan bergerak, meninggalkan dahan, lalu melayang turun ke bawah. Sosok itu masuk ke gelapnya kebun, lalu menghilang.

Rindu kembali menutup jendela. Tetak-teki siapa pengetuk jendela indekosnya di malam hari terjawab sudah. Rindu kembali membaca mantera.

Sebagai putri berdarah Suku Dayak, sedikit banyak Rindu memperoleh ajaran dan spiritual leluhurnya. Dengan bekal itulah, sedikit atau banyak ia mampu merasakan kekuatan-kekuatan di luar panca indera manusia normal.

Rindu mampu mencium aroma pertanda datangnya energi gaib. Rindu mampu merasakan getaran energi supranatural.

Baginya, semua kekuatan gaib adalah dimensi kehidupan lain. Selama tidak mengganggu manusia fana, biarkan ia berproses dengan hukumnya. Masing-masing berjalan, harmoni akan terjaga.

Rindu kini kembali membaca mantera. Berharap ketukan dari luar jendela itu tak ada lagi. Sayang, harapannya tak terpenuhi. Ketukan itu kembali terdengar di gendang telinganya.

Ia sudah berusaha melacak apa arti kunjungan sosok itu. Ia baru tahu, beberapa waktu silam, seorang mahasiswi di UI meninggal bunuh diri dengan gantung diri.

Kasus itu sempat menghebohkan publik. Kampus pun menjadi buah bibir masyarakat. Dalam penelusurannya, Rindu menangkap pesan bahwa sosok pengetuk jendela kamarnya ada hubungannya dengan kasus tersebut.

Pertanyaan barunya, apakah di kamar ini dahulu mahasiswi itu indekos?

Dengan malas ia turun dari kasurnya. Ia beranikan diri. Kembali mantera leluhur ia baca. Ia merapat ke jendela. “Ceklek,” kunci ditarik. Jendela terbuka.

Kini wajah sosok perempuan itu berdiri melayang menghadap Rindu. Jaraknya tak jauh, sekitar 5 meter. Wajahnya pucat tapi menyisakan kecantikan.

Sosok itu menunjuk ke muka Rindu, lalu telunjuk di ayun bergeser ke kiri seolah menuding dinding kamar. Tangannya belum turun, masih menunjuk.

Rindu menarik nafas dalam. Mantera kembali dibaca. Ia pejamkan mata, lalu dibukanya kembali. Sosok itu masih diam. Tangannya sudah diturunkan. Rindu kemudian mengangguk.

Mendadak hujan deras turun dari langit. Bunyi guntur mengejutkan Rindu. Sosok itu berbalik arah melawan hujan, masuk ke gelapan kebon dengan rimbunan aneka pohon buah-buahan.

Hujan mengganas. Geledek menyambar membuat situasi makin mencekam laksana film horor yang biasa ditonton Rindu. Ia tutup kembali jendela kamarnya. Cipratan air hujan sudah membasahi wajahnya.

Rambutnya terlihat lepek karena basah. Ia raih handuk. Ia seka wajahnya yang khas ke-Tionghoa-Tionghoaan. Di benaknya, ia merasa paham pesan yang mau disampaikan sosok itu.

Ia melangkah lambat ke diding yang ditunjuk sosok perempuan itu. Rindu terkejut. Di dinding itu ternyata ada goresan tulisan bolpoin bergambar love.

Di bawahnya tertulis, “Dea minta maaf Mama. Dea tak tahan hidup di dunia jika harus menanggung malu…”

Rindu terkesiap. Teka-tekinya terjawab sudah. Benar. Kamar ini dulu menjadi tempat tinggal mahasiswi yang dikabarkan gantung diri.

Rindu berjongkok. Ia berdoa khusyuk. Tiba-tiba getaran rindu memeluk ibunya merogoh hatinya. Ia menangis…

Cerita ini dikisahkan ulang oleh Netralnews berdasarkan kesaksian Rindu (bukan nama sebenarnya), mahasiswi di Universitas Indonesia, Rabu (20/1/21).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto