Netral English Netral Mandarin
05:29wib
Hampir seluruh negara di dunia meningkatkan pembatasan Covid-19 ketika kasus varian Delta melonjak, yang tidak sedikit orang menentangnya. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa bahu-membahu berupaya melawan pandemi Covid-19.
Misteri Tanggal Transfer Dana yang Digalang UAH ke Palestina, Netizen: Kalau Ngak Rame Gak Tahu Kemana

Rabu, 02-Juni-2021 10:50

Ilustrasi polemik transfer dana yang digalang Ustaz Adi Hidayat
Foto : Berita Heboh
Ilustrasi polemik transfer dana yang digalang Ustaz Adi Hidayat
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Warganet ramai menyoroti polemik antara Eko Kuntadhi dan Ustaz Adi Hidayat (UAH). Yang terbaru, ada yang aneh dan unik terkait misteri tanggal transfer dana yang dipersoalkan Eko Kuntadhi.

Di akun FB Mak Lambe Turah, malah sejumlah netizen ikut menilai keanehan tersebut.

MLT: “Apdetan Episod donasi gaisss.”

Ross Dalima Gawas: “Trlanjur rame jadi muncul de tgl 28 mey..klo gk rame gk tau kmana..”

Tedy Herna P: “Siluman.”

Anita  Silalahi: “Gerombolan itu masih aja bisa galang dana gila gilaan gitu ya, dari kapal selam sampai sumbangan untuk palestina. Kayaknya pada berduit semua tuh orang. Tapi anehnya gerombolan ini juga yang teriak teriak ke pemerintah mengklaim rakyat sengsara dan kelaparan karena dampak corona tapi katanya kurang diperhatikan sama pemerintah. Sungguh gerombolan yang aneh."

Sebelumnya diberitakan, pegiat media sosial, Eko Kuntadhi menanggapi soal bukti transfer donasi Palestina yang diberikan pihak Ustaz Adi Hidayat (UAH).

Eko Kuntadhi menyoroti tanggal transfer donasi tersebut dan membandingkannya dengan tanggal cuitannya yang dianggap fitnah.

“Ohhh baru tanggal 28 Mei di transfernya. Sementara twit gue tanggal 25 Mei. Oalaa,” kata Eko Kuntadhi melalui akun Twitter-nya pada Selasa, 1 Juni 2021.

Sebelumnya, Fadh Pahdepie, Juru Bicara UAH dan Tim mengunggah dua bukti transfer donasi Palestina kepada dua lembaga.

Dalam bukti transfer pertama, terlihat bahwa Yayasan Mahad Islam Rafiah Akhyar mengirimkan uang sebesar Rp10.272.905.500,00 kepada International Networking for Humanitarian pada 24 Mei 2021.

Dalam bukti transfer kedua, yayasan yang sama mengirim uang senilai Rp14,3 miliar kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 28 Mei 2021.

Dalam ulasan di akun Facebook-nya itu, Fadh Pahdephie juga membeberkan bahwa jumlah donasi yang terkumpul adalah Rp30.880.110.889,54.

Ia mengaku sengaja hanya mengunggah dua bukti transfer yang totalnya Rp24 milliar lebih.

“Dua dulu. Sisanya saya undang Mas Guntur Romli, Eko Kuntadhi dan semua yang mempermasalahkan secara terbuka untuk datang dan melihat sendiri,” katanya pada Selasa, 1 Juni 2021.

Adapun masalah ini berawal dari cuitan Eko Kuntadhi pada 25 Mei 2021.

“Alhamdulillah. Terkumpul Rp60 M. Diserahkan Rp14 M,” kata Eko Kuntadhi.

Sebagai catatan, ia kemudian mengoreksi angka Rp60 miliar itu menjadi Rp30 miliar.

Ia membagikan cuitannya itu bersama dua tangkapan layar cuitan dan berita terkait donasi Palestina dan penyerahannya.

Tangkapan layar pertama menampilkan cuitan dari Mas Piyu bahwa UAH berhasio menggalang donasi sebesar Rp30 miliar dalam waktu 6 hari.

Tangkapan layar kedua menunjukkan artikel yang memberitakan bahwa UAH menyerahkan donasi sebesar Rp14.3 miliar ke Palestina.

Cuitan Eko Kuntadhi itu lantas dianggap sebagai fitnah sehingga ia akan dilaporkan pihak UAH ke kepolisian.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli