Netral English Netral Mandarin
19:01wib
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa bahwa hukum penggunaan aset kripto. Kebijakan satu harga minyak goreng dengan harga setara Rp 14.000 per liter mulai berlaku di sejumlah minimarket pada Rabu.
Misteri Tebing Keraton, Foto Bertujuh Hasilnya Jadi Sembilan Orang, Siapakah Dua Orang Lainnya

Senin, 06-December-2021 11:20

Keindahan alam Tebing Keraton.
Foto : Lop U
Keindahan alam Tebing Keraton.
0

BANDUNG, NETRALNEWS.COM -Pernahkah terbayang dalam benak Anda ketika berfoto ternyata hasil fotonya begitu dilihat kembali ada bayangan atau orang lain yang tidak dikenal ikut dalam foto tersebut.

Inilah fakta yang terjadi ketika serombongan anak milenial perempuan dan lelaki datang ke Tebing Keraton, di kawasan Dago, Bandung.

Arya bersama tujuh rekannya beberapa waktu lalu sempat berfoto dengan latar belakang pemandangan indah, bahkan jika di antara Anda ada yang bisa ‘melihat’ atau memiliki indra keenam, latar belakang pemandangan itu menampakkan sebuah bentuk keraton.

(Kawasan ini termasuk dalam alur Sesar Lembang. Dok: Sulha)

Kembali ke cerita Arya bersama enam teman lainnya, sengaja berfoto dengan latar pemandangan cantik seperti yang ada di google. Namun, betapa terkejutnya ketika dia memperlihatkan hasil fotonya, terdapat dua orang tak dikenal. Satu berparas perempuan dengan rambut panjang, tapi muka tampak kurang jelas. Seorang lagi, tampak pria tua dengan raut wajah tampak rusak, meski tidak terlalu jelas dua orang ‘penumpang gelap’ tersebut.

Siapakah dua orang tak dikenal yang tapak dalam foto anak-anak tersebut? Banyak mitos yang mengatakan bahwa seringkali terjadi peristiwa misterius di kawasan Tebing Keraton ini.

Menurut Dinar seorang petugas di Tebing Keraton, seringkali bagi mereka yang bisa melihat atau punya indra keenam atau kekuatan di atas rata-rata orang pada umumnya, dapat melihat sesuatu yang berbeda di sekitar Tebing Keraton. Namun, sejauh ini tidak ada ‘pengganggu’ yang benar-benar membuat wisatawan menjadi tidak nyaman atau takut.

“Kalau hanya sekadar foto ada yang ‘ikut’ itu memang sering terjadi. Tapi mamang tidak ada makhluk halus yang secara nyata-nyata mengganggu wisatawan. Benar kalau foto-foto saja sering terjadi, banyak pengunjung yang memperlihatkan foto-foto aneh tersebut. Tapi sejauh ini tidak mengkhawatirkan dan masih dalam batas wajar,” tutur Dinar pada Netralnews, belum lama ini.

Meksi begitu tidak setiap wisatawan yang datang diganggu seperti ini. "Buktinya tempat ini tetap dikagumi banyak wisatawan. Kebetulan saja masih pandemi, di sini juga ada pembatasan sehingga terlihat lebih sepi,” tambah Dinar.

Di sini Anda bakal banyak menemukan spot-spot keren atau sangat instagramable yang harus diabadaikan. Jika Anda ingin mendapatkan hasil foto anti mainstream, Dinar menyarankan agar melewati pagar pembatas. Benar saja, asal Anda punya sedikit adrenalin, maka hasil foto yang didapat benar-benar terlihat keren.

(Foto ini diambil dari luar pembatas pagar Tebing. Dok: Aan)

Cerita lainnya, seiring dengan populernya tempat wisata ini, beredar pula bagaimana kisah mistis yang ada di balik Tebing Keraton. Menurut kisah yang diceritakan oleh masyarakat sekitar, Tebing Keraton bermula dari seorang pengunjung yang kesurupan disini dan diikuti oleh pengunjung lainnya. Mereka yang kesurupan melihat datangnya keraton kerajaan.

Bahkan pada kejadian lain, melalui pengunjung yang kesurupan arwah penghuni tebing mengatakan ama bukit jontor harus diganti menjadi bukit keraton dikarenakan tempat ini adalah keratonnya makhluk halus. Ada juga seorang ibu yang pernah bermimpi tentang keinginan penghuni bukit itu yang meminta sesajen berupa satu manggar buah kawung yang berkaitan dengan jumlah nyawa manusia yang harus dijadikan tumbal.

Hati-hati dengan monyet

Satu lagi yang harus diwaspadai ketika Anda datang ke Tebing Keraton adalah keisengan monyet-monyet yang ada di sana. Sekalipun tidak banyak, namun monyet ini sempat mengejar setiap orang yang datang ke sini.

Monyet yang ada di sini memang tak sebanyak seperti di Sangeh, Bali, misalnya. Namun monyet-monyet ini kerap bikin takut pengunjung. Sekalipun

Maka tak heran jika wisatawan meminta bantuan petugas untuk mendampinginya selama berada di sini.

Cerita menarik lainnya, jalan tikungan. Untuk mencapai Tebing Keraton, Anda harus melewati jalan naik dan turun serta beberapa tikungan tajam. Karena jalan yang tidak ringan ini, maka hanya motor atau gojek yang bisa Anda gunakan. Para wisatawan dikenakan tarif Rp50.000 untuk jasa gijek pergi pulang. Perjalanan menggunakan gojek ini memakan waktu sektiar 10 menitan.

Cerita seorang tukang gojek, pernah kejadian seorang bapak dengan dua anaknya menghindari mobil dan terjungkal hingga tewas ke bawah dari ketinggian sekitar 50 meter.

Keberadaan Tebing Keraton

Tempat wisata di Bandung ini mulai dikenal di sosial media kurang lebih bulan Juli 2014, tapi karena keindahannya dengan cepat dikenal dan dikunjungi. Tidak jarang pula orang menyebut area tebing keraton sebagai bukit instagram, karena banyaknya pengguna sosmed yang posting foto tebing keraton di instagram.

Destinasi wisata alam di Bandung ini lebih direkomendasikan untuk dikunjungi di pagi hari. Jika anda penyuka fotografi, pemandangan sunrise ataupun sunset dari tebing ini layak untuk diabadikan. Banyak juga pengguna drone yang hunting video di sini.

Tebing keraton terletak tidak terlalu jauh dengan Taman Hutan Raya Juanda, bahkan termasuk kedalam area Hutan raya Juanda.

(Banyak spot foto cantik di sini. Dok: Sulha)

Untuk menuju lokasi, jalannya cukup mudah kok. Hanya saja belum ada angkutan umum yang menuju langsung ke area. Lokasinya memang rada terpencil, tapi masih cukup mudah di jangkau Dari Bandung, arahkan kendaraan ke Dago atas, tepatnya menuju ke arah THR Juanda. 

Terdapat pertigaan, kira-kira 50 meter setelah melewati parkiran taman hutan raya Juanda. Belok kanan di pertigaan ini, lalu tinggal ikuti saja terus jalan ini. Tanda menuju lokasi sudah cukup lengkap kok, jadi ngga bakalan nyasar.

Harga Tiket 

Saat ini, untuk menuju ke lokasi anda akan dipungut tiket sebesar Rp 12.000 rupiah/orang, dan parkir motor Rp 5000 .Tiket ini juga termasuk untuk masuk ke dalam Taman Hutan Raya Juanda.

Jika Anda mencoba mencari ulasan mengenai tempat wisata ini, maka anda juga akan menemukan banyak sekali foto yang menggambarkan bagaimana keindahan di lokasi. Tidak sedikit yang melakukan Pre Wedding disini karena keelokan alamnya. Bahkan ada beberapa yang melakukan aktivitas melukis.

Berwisata dengan menikmati peristiwa terbit dan tenggelamnya matahari merupakan bonus yang menarik. Tebing Keraton menawarkan pengalaman yang tidak terlupakan. Tempat wisata ini sangat terkenal sebagai tempat yang pas untuk anda menyaksikan kecantikan Matahari terbenam atau Sunset tanpa terhalang bukit atau gedung. Anda bisa duduk di bangku-bangku yang tersedia bersama teman-teman.

Fasilitas umum lainnya seperti toilet juga tak perlu dikhawatirkan. Toilet di sini terlihat bersih dan terawat. Demikian pula dengan tempat sampah yang tersedia sudah sangat cukup. 

Terkait CHSE (Clean, Health, Safety dan Environment), jangan khawatir, tempat ini sangat menjaga prokes Siapkan kartu sudah vaksin jika Anda tak memiliki aplikasi Peduli Lindungi, karena petugas bakalan menanyakan ini. 

Jadi tunggu apa lagi, jika Anda sudah divaksin, silakan menikmati keindahan alam termasuk saat matahari terbit dan terbenam.

Spot foto keren dari luar batas tebing. (Dok: Eva)

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi