Netral English Netral Mandarin
13:37 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Legislator PKS: Monggo Reshuffle, Jangan Menteri yang Cuma Bikin Gaduh

Selasa, 22-December-2020 09:30

Legislator PKS Mardani Ali Sera
Foto : Istimewa
Legislator PKS Mardani Ali Sera
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Legislator PKS Mardani Ali Sera mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinet. Menurutnya, tindakan itu merupakan hak prerogatif presiden.

"Monggo reshuffle kabinet, wong hak prerogatif presiden," kata Mardani, dikutip dari cuitannya, Selasa (22/12/2020).

Mardani sarankan Presiden Jokowi tidak memilih menteri yang hanya membuat gaduh. Menteri pembuat gaduh yang dimaksud adalah orang yang tidak berkompeten. 



"Disarankan jgn Menteri yg cuma bikin gaduh (tidak kompeten), apalagi berurusan dengan KPK," tegas Mardani. 

Lebih lanjut Mardani menyadari bahwa penentuan pemilihan menteri kembali ke gaya kepemimpinan Presiden Jokowi.

Pernyataan ini disampaikan Mardani menanggapi isu Presiden Jokowi yang dikabarkan akan melakukan reshuffle kabinet. 

Diketahui Mardani, komunikasi Presiden Jokowi dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri semakin intens. Hal ini diungkapkan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, menyusul kosongnya posisi Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Sosial.

Berikut beberapa komentar warganet terkait reshuffle kabinet oleh Presiden Jokowi. 

"Anda Presiden kan ? Reshuffle hak anda kan ? Ngapain pake komunikasi sama Ketum satu itu ? Brarti anda tidak mampu memilih & mengambil keputusan. Payah," cuit @tomAfr***.

"Reshuffle kok konsultasi dulu. Eh lupa..kan petugas partai. Jadi hak prerogatif presiden gak ada tuh," cuit @arief_tauf***.

"Bapak Presiden lho  kenapa harus konsul ke yg 1 itu," cuit @SaddamA***.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati