Netral English Netral Mandarin
14:54 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
MOU Universitas Bung Hatta dan Yayasan Madani: Kembalikan Marwah Minangkabau

Kamis, 17-December-2020 12:24

Dedi Mahardi sedang menandatangani MOU Universitas Bung Hatta dan Yayasan Madani
Foto : Istimewa
Dedi Mahardi sedang menandatangani MOU Universitas Bung Hatta dan Yayasan Madani
10

PADANG, NETRALNEWS.COM - Hari Kamis, 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara Universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan "Kembalikan Marwah Minangkabau".

Universitas Bung Hatta dalam hal ini diwakili Rektor Universitas, Profesor DR Tafdil Husni MBA, sedangkan "Gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau" diwakili oleh Dedi Mahardi sebagai ketua Yayasan Madani.

Gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau memilih kerjasama dengan Universitas Bung Hatta karena ada alasan psikologis dan strategis.

Baca Juga :


Dari sisi psikologis nama besar Bung Hatta yang merupakan salah seorang proklamator bangsa sampai saat ini selalu dikenang dan dipuja oleh seluruh masyarakat bangsa ini serta menjadi kebanggan masyarakat Minangkabau.

"Apalagi dari sisi karakter beliau yang sangat berintegritas, jujur, dan sederhana, sangat layak dijadikan teladan atau panutan oleh generasi muda bangsa ini yang sekarang hanyut dalam gaya hidup hedonis atau bermewah-mewah," tutur Dedi Mahardi melalui pernyataan tertulisnya ke Netranews, Kamis (17/12/20).

Dari sisi strategisnya, Universitas Bung Hatta sekarang juga sedang giat-giatnya melaksanakan program pendidikan karakter yang disingkat "PENDIKAR".

"Dosen-dosen muda dan mahasiswa akan berperan menjadi agen-agen perubahan di kampus dan di tengah masyarakat, agar gerakan ini membumi dan dirasakan serta dapat jadi panutan," lanjut Dedi.

Gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau merupakan bagian dari program besar Nation Character Building yang dimotori oleh Dedi Mahardi, seorang penulis buku best seller sekaligus public speaker, inspirator, dan innovator.

Program Nation Character Building tersebut menurut Dedi akan dimulai dengan membangun kembali kearifan lokal dan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara.

Kenapa gerakan membangun karakter kebangsaan dimulai dengan lebih dahulu membangun kearifan lokal?

"Karena kearifan lokal seluruh suku dan golongan tersebut sejak zaman prakemerdekaan sudah memiliki semangat persatuan dan kebangsaan, sehingga 28 Oktober 1928 lahirlah Sumpah Pemuda," jawab Dedi.

Pada saat transportasi masih sangat sulit dan hubungan komunikasi masih sangat sulit atau konvensional seluruh elemen pemuda bisa membangun persatuan.

Sehingga, sangat mengherankan jika sulit membangun persatuan saat alat transportasi sudah mudah menjangkau ke seluruh pelosok Nusantara, dan teknologi komunikasi sudah canggih.

Memang sejak era reformasi, semangat persatuan dan kebangsaan tersebut mulai luntur oleh ego sektoral yang ingin menguasai kekayaan alam atau ego sebagian tokoh daerah yang ingin menjadi penguasa.

Luntur juga oleh kebebasan yang kebablasan karena lebih dari 32 tahun dikekang oleh kekuasaan diktator orde baru, sehingga hampir semua orang merasa memiliki dan berhak atas negeri ini.

Akan tetapi, rasa berhak dan memiliki tersebut hanya diujudkan dengan keinginan mendapatkan sesuatu tidak diujudkan dengan keinginan atau upaya untuk membangun dan berkontribusi memperbaiki.

Sehingga, di beberapa daerah sempat terjadi kerusuhan antar etnis dan agama, yang melukai dan menciderai, serta mengkianati perjuangan dan pengorbanan para pemuda dan pejuang yang telah mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dimulai dari Padang Provinsi Sumatera Barat ini, Gerakan Nation Character Building ini rencana akan dikembangkan ke seluruh pelosok Nusantara, sebagai bagian program membangun kembali karakter sumber daya manusia bangsa Indonesia.

Dalam sambutannya, rektor universitas Bung Hatta Prof DR Tafdil Husni MBA mengatakan lewat kerjasama ini ingin membangkitkan kembali tiga keunggulan generasi muda Minangkabau yang terkenal sangat agamais, unggul dalam bidang entrepreneur, serta gudangnya para pemikir.

Konon dulu di ibu kota, sembilan dari sepuluh orang khatib yang memberi khotbah berasal dari Minangkabau, begitu juga dengan keunggulan entrepreneurnya yang mampu menandingi etnis Cina dalam hal berusaha atau berdagang.

Selanjutnya dalam hal pemikir, Minangkabau dikenal gudangnya pemikir sehingga tiga dari empat orang Founding Father atau bapak bangsa ini berasal dari Minangkabau yaitu Bung Hatta, Bung Sjahrir dan Tan Malaka.

Sedangkan Dedi Mahardi sebagai penggerak gerakan kembalikan marwah Minangkabau ini mengatakan sangat berterima kasih atas kesediaan universitas Bung Hatta bekerja sama dan berkolaborasi membangun SDM Bangsa.

"Membangun karakter atau softskill dan hardsklill khususnya generasi muda bangsa ini sangat penting. Karena kecerdasan dan keterampilan yang tinggi tanpa didukung oleh sikap mental yang baik akan sulit membangun komunikasi dan networking serta kerja sama dengan orang lain," tutur Dedi.

Dalam tingkat kepribadian seseorang level terendahnya adalah kepatuhan terhadap hukum dan aturan lalu diatasnya ada adab dan etika, di atas adab dan etika ada budaya, kemulian, dan rasa atau kepatutan.

Sehingga untuk bisa kembali membangun budaya, harus melalui dua tahapan, yaitu tahap terendah sebagai pondasi membangun disiplin atau kepatuhan terhadap hukum dan aturan.

"Setelah kepatuhan terhadap hukum dan aturan bisa menjadi kebiasaan sehari-hari di tengah masyarakat, barulah bisa dibangun adab dan etika selanjutnya membangun kembali budaya bangsa," pungkas Dedi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto