Netral English Netral Mandarin
11:44wib
Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengingatkan pemerintah agar tak mengangkat anggota TNI atau polisi aktif sebagai penjabat gubernur. Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menyatakan sebanyak 58,1 persen masyarakat puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo.
Abu Janda Meneror Pelapor? Muannas: Demi Allah, Gua Gak Percaya, Lebay Banget

Senin, 01-Februari-2021 16:50

Abu Janda Meneror Pelapor? Muannas sebut Demi Allah, Gua Gak Percaya, Lebay Banget @harisknpi
Foto : Okezone
Abu Janda Meneror Pelapor? Muannas sebut Demi Allah, Gua Gak Percaya, Lebay Banget @harisknpi
37

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Haris Pertama mendapat serangan bertubi-tubi usai melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke polisi.

Haris KNPI diserang luar dalam. Haris dituduh melakukan panjat sosial (pansos) untuk kepentingan pribadi dengan memanfaatkan lembaga DPP KNPI.

“Kalau Saudara Haris mau pansos dan eksis di publik, pakai nama organisasi sendiri jangan gunakan nama DPP KNPI karena akan ada konsekuensi hukumnya bila mencatut nama organisasi sembarangan,” tegas Ketua DPP KNPI Kaka Hanifah kepada wartawan, Jumat (29/1/2021).

Pengacara Muannas Alaidid menanggapi pernyataan Haris. Ia mengaku tak percaya Abu janda menereor. Ia bahkan menganggap Harus lebay.

"Demi Allah, gua kagak percaya, emang siapa abu janda, lebay banget lu @harisknpi. Potongan begini kalo bener ada yg teror udh dilaporin," kata Muannas, Senin (1/2/21).

Sebelumnya diberitakan, selain ditentang di internal KNPI, Haris juga merasa menjadi bulan-bulanan di media sosial. Akun Twitter Haris pun diretas.

“Akun milik saya @harisknpi telah diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak bisa diakses lagi. Sekarang saya memiliki akun yang baru yaitu @knpiharis,” kata Haris, Minggu (31/1).

Haris berencana akan melaporkan peretasan akun media sosial miliknya kepada pihak Twitter.

Haris berharap agar akun tersebut tidak disalah gunakan oleh oknum tertentu untuk mengunggah hal-hal aneh.

“Saya menduga, orang yang meretas akun Twitter saya, orang yang profesional dan bukan sembarangan. Namun saya tidak akan menuduh pihak mana pun,” tegasnya.

Bukan hanya itu, Haris juga mengaku rumahnya diteror oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Diri dan Rumah saya di teror. Semoga Allah melindungi saya dan keluarga,” kata Haris.

Haris menjelaskan, teror yang ditujukan kepada dirinya yakni berupa tuduhan memakai narkoba sehingga rumahnya mau digeledah.

“Ternyata polanya selalu dengan cara mengindikasikan saya sebagai pemakai Narkoba. Insya Allah tidak akan pernah barang haram itu masuk ke tubuh saya.Silahkan kalian cari cara bagaimana menjebloskan saya ke penjara/dengan cara-cara memfitnah saya. Bergerak Pemuda Indonesia. Apapun yang terjadi,” katanya.

Seperti diketahui, Haris Pertama melaporkan Permadi Arya alian Abu Janda ke Bareskrim Polri atas tuduhan rasial kepada Natalius Pigai. Laporan tersebut bernomor: LP/B/0052/I/2021/Bareskrim pada Kamis 28 Januari lalu.

Abu Janda mengklarifikasi bahwa cuitannya itu bukan rasial. Abu Janda menyebut laporan Haris Peratama bersifat asumtif.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto