3
Netral English Netral Mandarin
16:04 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
MA: Pandemi Belum Selesai Selalu Ribut Soal Pilpres, Tuhan Tidak Suka!

Selasa, 02-Februari-2021 10:21

Muannas Alaidid sebut  Pandemi Belum Selesai Selalu Ribut Soal Pilpres, Tuhan Tidak Suka!
Foto : Youtube
Muannas Alaidid sebut Pandemi Belum Selesai Selalu Ribut Soal Pilpres, Tuhan Tidak Suka!
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyebutkan saat ini partainya sedang diincar untuk diambil alih secara paksa alias kudeta oleh orang di lingkaran kekuasaan Jokowi.

Pengacara Muannas Alaidid menanggapinya ketus.

"Pandemi belum selesai selalu ribut soal Pilpres, Tuhan tidak suka!" katanya, Selasa (2/2/21)

Seperti diketahui sebelumnya, AHY menyebut, tokoh yang akan mengambil alih adalah seorang pejabat tinggi di lingkar kekuasan itu, akan menjadikan Partai Demokrat sebagai kendaraan politik.

"Ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti “dengan paksa” Ketum PD tersebut, dilakukan baik melalui telepon maupun pertemuan langsung. Dalam komunikasi mereka, pengambilalihan posisi Ketum PD, akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan, sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 mendatang," kata AHY, sapaanya, dalam konperensi pers, Senin (1/2/2021).

Dan para pelaku, kata Agus, merasa yakin pasti sukses karena didukung para pejabat tinggi lain.

"Para pelaku merasa yakin gerakan ini pasti sukses, karena mereka meng-klaim telah mendapatkan dukungan sejumlah petinggi negara lainnya," ujarnya.

Tapi Agus masih meragukan hal ini. "Kami masih berkeyakinan, rasanya tidak mungkin cara yang tidak beradab ini dilakukan oleh para pejabat negara, yang sangat kami hormati, dan yang juga telah mendapatkan kepercayaan rakyat," tambahnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto