Netral English Netral Mandarin
14:30wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
Mudik Lebaran Dilarang untuk Cegah Lonjakan Drastis Kasus COVID-19 Seperti di 3 Negara Ini

Sabtu, 24-April-2021 07:30

Pemberitahuan larangan mudik di tempat penjualan tiket bus.
Foto : Antara.
Pemberitahuan larangan mudik di tempat penjualan tiket bus.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bukan hanya pada periode 6-17 Mei 2021, pemerintah juga memperketat aturan perjalanan pada H-14 dan H+7 dari masa peniadaan mudik lebaran. Hal itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi penularan COVID-19 akibat adanya arus mobilitas masyarakat.

Seperti dikutip dari laman resmi Satgas Penanganan COVID-19, jika melakukan perjalanan pada 22 April - 5 Mei dan 18-24 Mei, harus menyiapkan surat keterangan hasil negatif PCR/Antigen yang berlaku 1x24 jam atau GeNose C-19 di bandara/pelabuhan/stasiun sebelum keberangkatan.

"Sementara di tanggal 6-17 Mei 2021, perjalanan mudik dilarang, kecuali dengan syarat tertentu," demikian ditegaskan Satgas Penanganan COVID-19.

Lebih lanjut, disebutkan juga, jika surat keterangan menunjukkan hasil tes negatif COVID-19, namun pelaku perjalanan menunjukkan gejala COVID-19, maka tidak akan diizinkan melanjutkan perjalanan.

Soal kebijakan pemerintah yang melarang mudik lebaran tahun ini, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, total kasus harian global saat ini tengah meningkat pesat yang disumbangkan oleh tiga negara yaitu, India, Brazil, dan Turki.

Menurutnya, pada 21 April 2021, terjadi lonjakan kasus baru di tingkat global sebesar 880 ribu kasus, di mana 450 ribu kasus di antaranya atau lebih dari 50 persen disumbangkan India, Brazil dan Turki.

"Tren perkembangan kasus global penting untuk diperhatikan sebagai bahan refleksi upaya penanganan COVID-19 di Indonesia," kata dia seperti dikutip dari laman covid19.goid.

Jumlah penduduk Brazil mendekati jumlah penduduk Indonesia. Brazil mengalami kenaikan kasus melebihi 70 ribu di bulan April 2021. Sedangkan Indonesia, saat ini hanya penambahan kasus harian berkisar di angka 4000 - 5000 kasus.

Untuk itu, kata Prof Wiku, apabila Indonesia tidak hati-hati dan disiplin menjalankan protokol kesehatan, tidak menutup kemungkinan Indonesia akan mengalami lonjakan kasus yang signifikan.

"Dan tentunya sangat berpotensi berujung fatal. Sebagai negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia, kenaikan di Indonesia akan sangat berpengaruh terhadap kasus global," imbuhnya.

 

Reporter :
Editor : Irawan HP