Netral English Netral Mandarin
18:39wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Muhammad Kace Ditangkap, Abu Janda Sentil HRS, UAS dan Yahya Waloni: Pasal Penodaan Agama Cacat

Kamis, 26-Agustus-2021 13:11

Pegiat media sosial Permadi Arya (Abu Janda)
Foto : Instagram
Pegiat media sosial Permadi Arya (Abu Janda)
32

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Permadi Arya (Abu Janda) mengomentari penangkapan YouTuber Muhammad Kace alias Muhammad Kece atas kasus dugaan penistaan agama Islam.

"Penista agama Islam M. Kece sudah ditangkap..," tulis Abu Janda di akun Instagramnya, @permadiaktivis2, Rabu (25/8/2021).

Abu Janda menyoroti tindakan aparat penegak hukum yang sigap menangani kasus penistaan agama Islam, sementara  kasus penistaan agama lain terkesan dibiarkan.

Sebagai contoh, Abu Janda memposting kolase foto tangkapan layar pemberitaan media soal pernyataan sejumlah penceramah terkait agama Kristen.

Beberapa penceramah yang disinggung Abu Janda telah dipolisikan terkait dugaan penistaan agama Kristen, namun hingga kini tidak jelas kelanjutan proses hukumnya.

Penceramah dimaksud yakni Habib Rizieq Shihab (HRS), Ustaz Abdul Somad (UAS), Ustaz Yahya Waloni dan Ustaz Menachem Ali.

Adapun artikel media yang diunggah Abu Janda berjudul 'Disebut Menyatakan Tuhan Yesus Lahir Bidannya Siapa, Rizieq Kembali Dilaporkan ke Polisi' dan artikel 'Sebut Salib Ada Jin Kafir, Ustaz Abdul Somad Dipolisikan'.

Kemudian berita berjudul 'Yahya Waloni Sebut Yesus Nabi Gagal, Ferdinand: Masuk Penistaan Agama' dan 'Sebut Yesus Lahir karena Maryam Berzinah, Ustaz Menachem Ali: Perempuan Mengandung,  Pasti Ada yang 'Melakukannya'.

Abu Janda mengatakan, seandainya para penceramah itu adalah pemuka agama lain yang menghina Islam, pasti sudah ditangkap aparat.

"Nah, seumpamanya kalau ke-empat ustadz di kolase foto ini adalah pendeta yang mengolok-olok Allah atau hina Nabi Muhammad, pasti ke-empat nya sudah ditangkap juga," kata Abu Janda.

Tebang pilih penegakan hukum itu membuat Abu Janda menilai bahwa pasal penodaan agama 'cacat' karena hanya penista agama Islam yang dihukum.

"Demikian lah pasal penodaan agama CACAD ala negeri wakanda.. hanya menghukum penista agama islam saja," ungkap Abu Janda.

Seperti diberitakan, Bareskrim Polri menangkap Muhammad Kace di Bali pada Selasa (24/8/2021), usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

Akibat perbuatannya, Muhammad Kace dijerat dengan pasal sangkaan berlapis. Ia terancam hukuman penjara hingga maksimal enam tahun.

Muhammad Kace disangkakan dengan pasal dugaan persangkaan ujaran kebencian berdasarkan SARA menurut Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) hingga penistaan agama. Yakni Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45a ayat (2) UU ITE atau Pasal 156a KUHP. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli