Netral English Netral Mandarin
20:45wib
Tersangka kasus dugaan penistaan agama, Yahya Waloni menyampaikan permintaan maaf kepada publik, khususnya kalangan Nasrani. Para peneliti menemukan sebuah parasit malaria yang kebal obat di Uganda.
Muhammad Kace Ditangkap, HNW: Polri Masih Punya PR untuk Tangkap Paul Zhang

Kamis, 26-Agustus-2021 19:12

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW).
Foto : MPR.go.id
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW).
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengapresiasi langkah Polri menangkap YouTuber Muhammad Kace alias Muhammad Kece yang diduga menista agama Islam.

Selain mengapresiasi, HNW juga mendesak agar aparat penegak hukum, termasuk kejaksaan dan pengadilan, dapat memberikan tuntutan dan hukuman yang maksimal kepada Muhammad Kace.

Menurutnya, hukuman maksimal sangat layak dijatuhkan kepada M. Kece yang telah berulangkali meresahkan umat dengan penistaan yang dilakukannya terhadap agama Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Hukuman maksimal kepada Kace, lanjut Anggota Komisi VIII DPR itu, juga untuk memberikan efek jera  agar kedepannya tidak ada lagi penistaan terhadap agama Islam.

“Untuk menghadirkan efek jera dan agar tidak ada lagi yang mengulangi perbuatan serupa, yakni penistaan terhadap agama Islam dan simbol agama Islam," kata HNW, Kamis (25/8/2021).

"Hal yang demikian itu untuk menjaga harmoni dan toleransi umat beragama, juga untuk menghindarkan Indonesia dari pecah belah dan adu domba oleh pihak-pihak yang anti agama. Jangan sampai perbuatan yg membahayakan kerukunan umat beragama dan NKRI seperti itu diulangi lagi oleh yang bersangkutan atau pihak yang lain,” sambungnya.

HNW menjelaskan, berdasarkan, UU No. 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan dan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama dan Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sanksi pidana maksimal adalah lima tahun penjara.

“Karena kejahatannya, maka yang bersangkutan sudah layak dijatuhi hukuman maksimal tersebut,” tegas Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Selain Muhammad Kace, HNW juga mengingatkan Polri bahwa masih ada kasus serupa yang belum tuntas, yakni kasus dugaan penistaan agama Islam oleh Joseph Paul Zhang, di mana Paul telah berstatus tersangka namun hingga kini belum bisa ditangkap polisi.

“Saya apresiasi sikap polisi yang mendengarkan aspirasi umat dengan tunjukkan kinerja Polri yang menangkap M. Kece. Tetapi polisi juga perlu diingatkan bahwa Polri masih mempunyai pekerjaan rumah untuk menangkap aktor penista agama yang lain yaitu Joseph Paul Zhang," ungkap HNW.

"Bila semua kasus penistaan agama yang meresahkan publik dan sudah dilaporkan ke polisi diproses secara adil sesuai aturan hukum yang berlaku, maka itu dapat meyakinkan umat akan masih adanya hukum yang adil, dan bisa membuat efek jera agar tidak terulang lagi, sehingga kehidupan bangsa Indonesia yang harmonis dan saling toleran antar umat beragama tidak terganggu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Bareskrim Polri menangkap Muhammad Kace di Bali pada Selasa (24/8/2021), usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

Akibat perbuatannya, Muhammad Kace dijerat dengan pasal sangkaan berlapis. Ia terancam hukuman penjara hingga maksimal enam tahun.

Muhammad Kace disangkakan dengan pasal dugaan persangkaan ujaran kebencian berdasarkan SARA menurut Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) hingga penistaan agama. Yakni Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45a ayat (2) UU ITE atau Pasal 156a KUHP.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati