3
Netral English Netral Mandarin
21:23 wib
Salah satu pendiri Partai Demokrat (PD), Hencky Luntunngan, menyebut KLB dipastikan akan digelar pada Maret ini. Pemerintah memutuskan mencabut aturan mengenai investasi industri minuman keras yang tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
MUI Fatwakan Bitcoin Mubah atau Haram, Ulama Muhammadiyah: Bisa Tetap Halal, Jika...  

Jumat, 19-Februari-2021 10:20

Fahmi Salim, Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Foto : Youtube Majelis Tabligh PP Muhammdiyah
Fahmi Salim, Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Mata uang kripto (cryptocurrency), seperti Bitcoin dan Ethereum populer dalam beberapa tahun terakhir seiring merebaknya teknologi virtual. Uang kripto merupakan aset digital di mana penyimpanan maupun penggunaannya berbasis internet.

Tingkat keamanan uang kripto juga dianggap lebih solid ketimbang bank konvensional. Lalu, bagaimana pandangan Islam atas fenomena uang kripto tersebut?

Lembaga fatwa Darul Ifta Al-Azhar Mesir merilis hasil kajiannya pada 28 Desember 2017, yang menegaskan bahwa uang kripto Bitcoin berstatus haram secara syariat. 

Status haram itu timbul karena unsur gharar. Gharar adalah istilah fikih yang mengindikasikan adanya keraguan, pertaruhan (spekulasi), dan ketidakjelasan yang mengarah merugikan salah satu pihak.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun mengeluarkan 11 catatan tentang mata uang kripto Bitcoin, tak lama usai fatwa dari lembaga di Mesir itu terbit. MUI menjelaskan bahwa Bitcoin memiliki dua hukum terpisah, yaitu mubah dan haram. 

Bitcoin menjadi mubah atau boleh jika digunakan hanya sebagai alat tukar bagi dua pihak yang saling menerima. Sementara, jika Bitcoin digunakan sebagai investasi maka menjadi haram hukumnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fahmi Salim menyatakan bahwa di dunia Islam belum ada fatwa khusus yang dapat dijadikan pedoman untuk bersama-sama menyepakati hukum uang kripto. 

Tingkat kebaruan yang cukup rumit, membuat para ulama sebagian besar tidak tergesa-gesa memberi hukum, termasuk Muhammadiyah.

“Para fuqaha sangat berhati-hati untuk memfatwakannya,” ungkapnya dalam Pengajian Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ahad (14/2/2021), seperti dikutip Netralnews dari laman muhammadiyah.or.id. 

Namun secara pribadi, Fahmi menyatakab bahwa penerapan hukum atas mata uang kripto tergantung pada penggunaannya. Digunakan untuk kebaikan, atau kejahatan?.

“Teknologi ‘kripto’ ini sebetulnya adalah bebas nilai. Kalau digunakan untuk melahirkan produk yang haram atau jasa yang haram, maka produknya haram. Kalau digunakan untuk menghasilkan yang halal maka produknya bisa tetap halal,” jelasnya. 

Namun, ulama muda lulusan Al-Azhar Kairo tersebut cenderung menghindari penggunaan mata uang kripto karena fungsi mata uang kripto belum diakui oleh negara sebagai alat tukar, timbangan ataupun komoditas. 

Belum lagi, angka fluktuasi mata uang kripto yang dapat berubah secara tajam dalam waktu singkat.

“Jadi kita jangan ikut latah, ikut-ikutan, belum jelas, lalu karena mungkin sedang tren, lalu merasa nah ini alat investasi yang baru,” himbau Fahmi. 

Ia juga berharap Majelis Tarjih dan Tajdid sebagai dapur fatwa Muhammadiyah semakin aktif memberikan kajian dan fatwa pada isu-isu kontemporer. 

“Masalah ini menjadi perhatian, kita minta Majelis Tarjih harus menyikapi dan memberikan panduan keagamaan terhadap mata uang kripto ini,” ujarnya.

Seperti dilansir Antara Kamis (18/2/2021), harga uang kripto Bitcoin mengalami kenaikan menembus harga tertingginya yaitu Rp741 juta dari sebelumnya Rp650 juta. 

Menurut CEO Indodax Oscar Darmawan, kenaikan harga ini terjadi seiring meningkatnya permintaan yang terjadi di pasar global. 

Diketahui, Bitcoin baru saja diborong oleh Tesla, perusahaan milik Elon Musk yang membeli aset kripto itu senilai Rp21 triliun.

Sebelumnya ada banyak korporasi yang telah membeli Bitcoin, seperti Tudor Investment Corp, JP Morgan, dan lain-lain, lanjutnya, kemudian ada Microstrategy Inc yang membeli Bitcoin secara bertahap dan terbaru, Microstrategy mengumumkan akan membeli Bitcoin senilai 600 juta dolar AS.

Perusahaan-perusahaan tersebut, tambahnya, membeli Bitcoin hingga ratusan juta dolar AS atau mencapai triliunan rupiah.

Ke depan masih ada beberapa perusahaan lagi yang akan membeli Bitcoin, seperti Master Card yang akan mempertimbangkan memberikan fitur pembayaran dengan Bitcoin dan aset kripto lainnya. 

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP