3
Netral English Netral Mandarin
16:52 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
MUI Keluarkan Fatwa Haram terhadap Buzzer, FH: Ikan Cupang Dirumahku pun Tau

Sabtu, 13-Februari-2021 10:25

Ferdinand Hutahaean.
Foto : Twitter
Ferdinand Hutahaean.
0

JAKARTA, METRALNEWS.COM - Eks politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean menanggapi fatwa MUI yang menyatakan Buzzer haram.

Menurutnya ikan cupang pun tau jika sebar aib, gosip dan ujaran kebencian itu hukumnya haram. Untuk itu, kata dia, pemerintah membuat Undang-undang ITE yang melarang secara hukum ujaran kebencian.

"Ikan cupang dirumahku pun tau kalau sebar aib, gosip, ujaran kebencian itu haram dan dosa. Bahkan karena dosa, maka dibuatlah UU ITE untuk melarang secara hukum perbuatan tersebut," kata Ferdinand dalam akun Twitternya.

"Dan tiap org yg melakukan itu potensi dipidana krn pelaku bkn mengkritik," lanjutnya.

Sebelumnya MUI telah menetapkan Fatwa Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial.

Pada intinya, fatwa tersebut, salah satunya membahas tentang hukum aktivitas buzzer atau pendengung.

MUI pembinaan dalam ketentuannya pembinaan bahwa membiayai, membiayai atau membuat dapat diaksesnya / informasi tentang hoaks, ghibah, fitnah, namimah, aib, bullying, ujaran kebencian, dan hal-hal lain yang terkait pribadi dengan orang lain dan / atau khalayak, hukumnya haram.

"Mencari-cari informasi tentang aib, gosip, kejelekan orang lain atau kelompok hukumnya haram kecuali untuk kepentingan yang dibenarkan secara syar'i," Asrorun Niam Sholeh selaku Ketua Bidang Fatwa MUI saat menyampaikan fatwa MUI.

Asrorun juga menyatakan, hukumnya haram jika dapat melakukan dan menerapkan konten untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar serta membangun opini agar berhasil dan berhasil dengan wilayah yang benar-benar akurat.

"Menyebarkan konten yang bersifat pribadi ke khalayak, konten padahal tersebut tidak patut untuk disebarkan ke publik, seperti pose yang mempertontonkan aurat, hukumnya haram," lanjut fatwa itu.

Aktivitas buzzer di media sosial, kata Asrorun, yang menyediakan informasi berisi hoaks dan hal-hal yang datang, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip, dan untuk memperoleh keuntungan hukumnya haram. Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani