Netral English Netral Mandarin
20:42wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
MUI Sebut Penangkapan Munarman Bentuk Islamofofia, DS: Malu Saya Punya 'Ulama' Kayak Gini

Kamis, 29-April-2021 17:28

Denny Siregar dan KH Muhyiddin Junaidi
Foto : Kolase Netralnews
Denny Siregar dan KH Muhyiddin Junaidi
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar merasa malu memiliki “ulama” di MUI yang malah menyebut penangkapan Munarman sebagai bentuk Islamofobia. 

"Malu gua punya "ulama" kayak gini...," kata Denny Siregar, Kamis 29 April 2021.

Hal itu diungkapkan setelah sebelumnya pihak MUI memberikan pernyataan atas tindakan Densus 88 melakukan penangkapan terhadap Munarman pada Selasa lalu, 27 April 2021. 

Kecaman dan keprihatinan dilayangkan oleh salah satu petinggi Majelis Ulama Indonesia atau MUI. Ia adalah KH Muhyiddin Junaidi yang kini diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Adapun komentar tersebut disampaikan secara tertulis kepada redaksi Panjimas pada Rabu kemarin, 28 April 2021, sebagaimana dilansir terkini.id.

Bahkan, politisi Fadli Zon tampak membagikan ulang pemberitaan terkait Munarman di mata Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu di laman media sosial Twitter resminya.

Menurut Muhyiddin, penangkapan Munarman merupakan bentuk baru dari gerakan Islamofobia yang tujuannya untuk menciptakan ketakutan dan anti Islam.

“Jelas sekali penangkapan itu adalah bentuk baru dari gerakan Islam phobia yang tujuan utamanya adalah menciptakan ketakutan, kekhawatiran yang berlebihan dan anti Islam,” ujar KH Muhyiddin Junaidi, dikutip terkini.id pada Kamis, 29 April 2021.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan jikalau terorisme, radikalisme, dan ekstremisme adalah produk musuh kaum Muslim yang diprakarsai oleh Amerika dan sekutunya.

“Saat ini dunia sudah menganggap isu tersebut sudah kadaluarsa. ISIS juga diakui mereka sebagai produk hasil rekayasa mereka untuk menciptakan konflik dan menguras sumber daya kaum muslimin,” sambungnya.

Pengurus MUI yang banyak menguasai informasi dunia Islam di berbagai penjuru dunia itu juga mengatakan bahwa setelah sekian lama Densus 88 sunyi tanpa aktivitas yang berarti, kini mereka tiba-tiba mulai kembali unjuk gigi.

Kendati demikian, menurut Muhyiddin, masyarakat kini sudah tak lagi percaya dengan manuver politik tersebut yang seakan musuh utama negara ini adalah terorisme saja.

“Sementara mega korupsi, penggelapan uang negara, power abuse dan malpraktek oleh para pengelola negara ini dianggap biasa saja,” paparnya.

“Begitu juga para pimpinan separatis Papua yang jelas anti NKRI dan melakukan pembunuhan dan melanggar konstitusi negara malah dibiarkan,” pungkas Muhyiddin Junaidi seperti dilansir Terkini.id.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati