Netral English Netral Mandarin
16:06 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
MUI Tetapkan Vaksin Sinovac Suci dan Halal, FH: Jangan Ribut dan Berpolemik Lagi

Jumat, 08-January-2021 22:00

Kargo berisi vaksin COVID-19 Sinovac tiba di Indonesia.
Foto : Twitter Kemenkes RI
Kargo berisi vaksin COVID-19 Sinovac tiba di Indonesia.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi Ferdinand Hutahaean meminta masyarakat untuk tidak lagi ribut dan berpolemik soal kehalalan dan kesucian vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Menurut Ferdinand, penetapan dari Majelis Ulama Indonesia tentang kehalalan dan kesucian vaksin tersebut sudah cukup jadi pegangan buat masyarakat, khususnya umat muslim.

Karena itu, ia tidak mempermasalahkan jika masih ada masyarakat yang tidak bersedia divaksin, asalkan jangan mengganggu masyarakat yang bersedia.

“MUI: Vaksin Covid-19 dari Sinovac Suci dan Halal. Semoga tak ada lagi yang meributkan dan menjadikan kehalalan vaksin Sinovac sbg polemik. MUI sudah mengeluarkan fatwa, mari kita ikuti. Jika tdk bersedia di vaksin, silahkan sj, jgn ganggu yg bersedia,” tulis Ferdinand di akun Twitternya, Jumat (8/1/2021).



Sebelumya diberitakan bahwa Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Pusat (MUI) Pusat sudah menetapkan fatwa vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac China halal dan suci. Namun, fatwa tersebut masih menunggu hasil final proses perizinan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"Dengan demikian fatwa majelis ulama Indonesia terkait dengan produk vaksin dari Sinovac China ini akan menunggu hasil final dari Badan POM," ujar Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (8/12).

Karena itu, menurut dia, fatwa utuhnya nanti akan disampaikan setelah BPPOM menyampaikan mengenai aspek keamanan untuk digunakan masyarakat. "Apakah itu aman atau tidak, maka fatwa akan melihat aspek kethoyiban tersebut," ucapnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan HP