3
Netral English Netral Mandarin
03:36 wib
Salah satu pendiri Partai Demokrat (PD), Hencky Luntunngan, menyebut KLB dipastikan akan digelar pada Maret ini. Pemerintah memutuskan mencabut aturan mengenai investasi industri minuman keras yang tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Munarman Bilang Pemblokiran Rekening Picu Rush Money, EK: Laskar Enggak Gajian Lagi Kali

Senin, 18-January-2021 20:40

Eks Seketaris Umum FPI Munarman.
Foto : Istimewa
Eks Seketaris Umum FPI Munarman.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi mengatakan kalau pernyataan Eks Sekretaris Umum FPI, Munarman hanya lelucon.  Sebab, Munarman mengungkapkan kalau pemblokiran rekening sejumlah pihak karena berafiliasi terhadap FPI dapat memicu rush money.

Eko mengungkapkan kalu pemblokiran itu berdampak pada pengikut FPI tak mendapat gaji atau upah. Langkah itu dapat menyebabkan kerja paksa atau romusa.

Hal itu diungkapkan Eko lewat akun resmi twitternya @eko_kuntadhi seperti dilansir Jakarta, Senin (18/1/2021).

"Hahahaha rush money. 

Yang bener, pemblokiran rekening FPI bisa picu Romusa. Laskar gak gajian lagi. Melakukan kerja paksa!," tulisnya.

Eko juga mensisipkan berita media daring berjudul:Munarman Klaim Pemblokiran Rekening FPI Bisa Picu Rush Money.

Seperti dilansir, Eks Sekretaris Umum FPI, Munarman, mengingatkan pemerintah bahwa pemblokiran rekening sepihak seperti dilakukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terhadap puluhan rekening FPI, potensial meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan Indonesia.

Langkah sepihak pemerintah itu disebut Munarman bisa memunculkan pikiran negatif di tengah masyarakat, bahwa penguasa berlaku seenaknya sendiri dalam memblokir rekening seseorang.

"Dengan runtuhnya kepercayaan terhadap sistem perbankan tersebut maka pada akhirnya akan mendorong masyarakat tidak lagi menggunakan jasa perbankan dan akan terjadi rush money pada akhirnya," kata dia.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sulha Handayani