Netral English Netral Mandarin
16:12wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
Munarman Ditangkap, DS: Habis Munarboy, Sekarang Yahya Waloni Lagi Disasar

Rabu, 28-April-2021 07:25

Pegiat Media Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Denny Siregar
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar (DS) mengatakan, setelah eks petinggi FPI Munarman ditangkap, maka sekarang giliran penceramah kontroversial Yahya Waloni yang disasar. Ia menyebut, laporan terhadap Yahya Waloni sudah diterima pihak kepolisian.

"Habis Munarboy, sekarang Yahya Waloni lagi disasar. Laporan udah masuk. Seru, sodara-sodara... (emoji tertawa)," tulis Denny di akun Twitternya, @Dennysiregar7, Selasa (27/4/2021).

Sebelumnya diberitakan, Tim Densus 88 Antiteror menangkap Munarman di kediamannya di Perumahan Modern Hills, Cinangka - Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/4/2021) sekitar pukul 15.30 WIB. Munarman diringkus atas dugaan tindak pidana terorisme. 

Sementara itu, Yahya Waloni telah dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Selasa (27/4/2021). Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Cyber Indonesia, Husin Alwi Shihab (Habib Husin) di akun Twitternya, @HusinShihab.

Husin menyebut, pihaknya melaporkan Yahya Waloni atas dugaan penistaan agama Kristen dan ujaran kebencian atas nama SARA.

"Per hari ini kita sudah laporkan Yahya Waloni terduga penistaan agama Kristen dan ujaran kebencian atas nama SARA di Bareskrim Polri," cuit @HusinShihab, Selasa malam.

Habib Husin berharap, polisi segera menangkap Yahya Waloni agar penceramah yang menyebar kebencian tidak membuat gaduh di Republik ini.

"Kita juga berharap YW segera ditangkap biar ustad penyebar kebencian macam dia ini gak bikin gaduh di Republik ini.Cc: @DivHumas_Polri @CCICPolri," tulis Habib Husin.

Habib Husin juga mengunggah Surat Tanda Terima Laporan dari Bareskrim Polri. Surat tersebut bernomor: STTL/180/IV/2021/BARESKRIM. Adapun Laporan Polisi teregistrasi dengan nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM tertanggal 27 April 2021.

Dalam surat itu, tertulis bahwa pelapor bernama Andreas Benaya Rehiary. Perkara yang dilaporkan adalah kebencian atau permusuhan individu dan/atau antar golongan (SARA). Andreas melaporkan Yahya Waloni dan pemilik akun YouTube Tri Datu.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli