Netral English Netral Mandarin
09:36wib
Menko Polhukam Mahfud Md menyampaikan usul pemerintah agar pemungutan suara Pemilu 2024 digelar pada 15 Mei. Sebanyak 14 dari 56 pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga mengalami peretasan dalam kurun dua hari terakhir.
Muncul di Depan Publik untuk Pertama Kali Usai Dirawat, Ini Pesan Paus Fransiskus

Minggu, 18-Juli-2021 22:52

Paus Fransiskus memimpin ibadah Angelus dari balkon rumah sakit Gemellli saat menjalani pemulihan usai operasi usus di Roma, Italia, Minggu (11/7/2021).
Foto : ANTARA/REUTERS/Yara Nardi
Paus Fransiskus memimpin ibadah Angelus dari balkon rumah sakit Gemellli saat menjalani pemulihan usai operasi usus di Roma, Italia, Minggu (11/7/2021).
14

KOTA VATIKAN, NETRALNEWS.COM - Paus Fransiskus muncul di depan publik untuk pertama kali sejak kembali ke Vatikan usai dirawat 11 hari di rumah sakit pada Minggu (18/7/2021).

Dia menyampaikan pentingnya beristirahat dan melepaskan diri sejenak dari tekanan kehidupan modern.

"Mari berhenti sejenak dari kesibukan yang didikte oleh agenda kita. Mari kita belajar beristirahat, mematikan ponsel," kata Paus dalam khotbah mingguan dari jendelanya yang menghadap ke Alun-Alun Santo Petrus.

Paus berusia 84 tahun itu menjalani operasi pengangkatan sebagian usus besarnya pada 4 Juli, kali pertama baginya mengalami gangguan kesehatan serius selama delapan tahun memimpin umat Katholik sedunia.

Dia kembali ke Vatikan pada Rabu, di mana dia dibantu para asisten untuk turun dari mobilnya.

Dia tampak sehat pada Minggu, berbicara dengan suara yang cukup jelas meski tidak sekeras biasanya sebelum masuk rumah sakit. Dia tak menyebut soal perawatannya selama berkhotbah.

Ratusan orang berkumpul di alun-alun yang cerah itu dan bersorak saat dirinya muncul di jendela.

Seperti biasa, di ujung khotbahnya Paus Fransiskus menyinggung sejumlah peristiwa penting yang terjadi di dunia.

Dia mendesak diakhirinya kerusuhan massa di Afrika Selatan serta menyerukan perdamaian dan dialog di Kuba setelah serangkaian aksi protes, yang belum pernah terjadi sebelumnya, mengguncang negara yang dikuasai partai komunis itu.

"Saya juga dekat dengan orang-orang terkasih di Kuba di saat yang sulit seperti ini, terutama dengan keluarga yang sangat menderita," kata Fransiskus.

Dia juga menyebut banjir besar di Jerman, Belgia, dan Belanda yang menewaskan lebih dari 180 orang.

Reporter : Antara
Editor : Sesmawati