3
Netral English Netral Mandarin
10:09 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Museum SBY-ANI Bukan Milik Pemda Pacitan, EK: Kayak 'Ayam Ny Suharti' Milik Pribadi

Kamis, 18-Februari-2021 11:41

Museum SBY-ANI
Foto : Merdeka.com
Museum SBY-ANI
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Keterkaitan antara dana hibah Rp9 Miliar dengan pembangunan Museum SBY-ANI masih menjadi sorotan publik.

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi masih terus mempersoalkan keberadaan museum tersebut. Menurutnya, museum itu seperti kepemilikan sendiri layaknya "Ayam Ny Suharti."

"Ada Graha Megawati di Klaten. Milik Pemda Klaten. Hanya pinjam nama Presiden RI ke 5. Sama kayak Bandara Soekarno-Hatta, Balai Sudirman. Ada Museum SBY-ANI. Di bawah Yayasan SBY-ANI. Bukan milik Pemda Pacitan. Statusnya sama kayak 'ayam Ny. Suharti'. Milik pribadi.  Gitu mblo!" kata Eko, Kamis (18/2/21).

Sementara sebelumnya diberitakan, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak pernah meminta bantuan dana hibah Rp9 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk pembangunan Museum SBY-Ani di Kabupaten Pacitan

Andi menyebut SBY justru yang mendapat tawaran dana hibah dari Pemprov Jatim. Namun, dana hibah tersebut belum diterima oleh SBY sampai saat ini.

"Para buzzer sudah fitnah keji soal pembangunan museum SBY ANI di Pacitan Jatim. Pak SBY ditawarkan bantuan hibah Rp9 M oleh Pemda Jatim untuk pembangunan. Pak SBY tidak pernah minta, bantuannya pun belum diterima. Niat baik Pemda Jatim, murni," cuit Andi di akun Twitter resminya @Andiarief__, dikutip Rabu (17/2).

Terpisah, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menyebut dana hibah pembangunan museum tersebut berasal dari inisiatif Pemprov Jatim. Menurutnya, pihak Museum SBY-Ani tak pernah meminta dana hibah kepada Pemprov Jatim.

"Info yang kita dapat itu inisiatif dari Pemprov Jatim. Enggak ada sama sekali permintaan dari pihak museum SBY untuk itu. Jadi yang paling pas ya konfirmasi ke Pemprov Jatim, apa yang mendasari dari mereka memberikan hibah itu," kata Kamhar.

Kamhar menyatakan pihak Museum SBY-Ani belum menerima dana hibah tersebut sampai saat ini. Menurutnya, anggaran tersebut baru dialokasikan ke Pemkab Pacitan tahun ini.

"Itu kan dari Pemprov Jatim, alur prosesnya ke Pemkab Pacitan baru dialokasikan di 2021. Realisasi anggarannya belum," kata Kamhar.

Meski demikian, Kamhar meminta kepada semua pihak agar tak perlu memandang politis pembangunan Museum SBY-Ani di Pacitan. Ia menilai Pemprov Jatim hanya berniat membantu pembangunan Museum SBY-Ani karena bisa memiliki nilai strategis bagi daerah Pacitan.

"Seyogyanya ini enggak politis. karena Pemprov men-support pembangunan Museum SBY-Ani, ini dipandang juga punya nilai strategis bagi daerah," ujarnya.

Sebelumnya, dinukil Cnnindonesia, Sekretaris Daerah Jatim Heru Tjahjono mengatakan Pemkab Pacitan yang mengajukan permohonan dana hibah sebesar Rp9 miliar untuk Museum SBY-Ani sejak 2019.

Heru menyebut anggaran tersebut merupakan hibah bantuan keuangan (bk). Meski demikian dana hibah itu masih berada di APBD Pemkab Pacitan dan belum dikucurkan hingga sekarang ke Museum SBY-Ani. Menurutnya, anggaran Rp9 miliar itu juga tak hanya untuk Museum SBY-Ani.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto