Netral English Netral Mandarin
14:13wib
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta sejumlah pihak tidak memaksakan diri melakukan isolasi mandiri (isoman) saat terpapar virus corona. Wagub DKI meminta masyarakat tetap berada di rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak demi terhindar dari varian baru virus corona, yaitu varian Delta plus atau B.1.617.2.1
Musni Heran dan Prihatin dengan Manuver JokPro yang Wacanakan Jokowi 3 Periode

Rabu, 23-Juni-2021 00:01

Rektor Universitas Ibnu Chaldun sekaligus Sosiolog Musni Umar
Foto : Istimewa
Rektor Universitas Ibnu Chaldun sekaligus Sosiolog Musni Umar
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar merasa heran dengan Komunitas Jokowi-Prabowo (JokPro) 2024 yang menggaungkan wacana presiden 3 periode di tengah situasi kasus Covid-19 yang kembali meningkat akhir-akhir ini.

Apalagi, kata Musni, wacana presiden tiga periode yang digadang-gadang JokPro bertentangan dengan konstitusi yang membatasi presiden hanya bisa menjabat 2 periode.

Diketahui, JokPro 2024 menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk maju kembali di Pilpres 2024 dan berpasangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Kita sedang alami darurat Covid meningkatnya secara signifikan akhir-akhir ini, yang pasti hambat pemulihan ekonomi. Saya ajak kita fokus & bersama lawan Covid," tulis Musni di akun Twitternya, dikutip netralnews.com, Selasa (22/6/2021).

"Heran, justru ada yang bentuk JokPro. Usung 3 periode padahal langgar UUD 45 dan amanat reformasi masa jabatan presiden 2 periode," cuit @musniumar.

Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) itu juga mengaku prihatin dengan keterlibatan Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari sebagai salah satu penggagas JokPro 2024 yang mendukung Jokowi jadi presiden 3 periode.

"Saya prihatin sekaliber M. Qodari menggagas 3 periode Presiden Jokowi, padahal beliau (Jokowi) sudah menegaskan tidak setuju karena melanggar UUD 45, merusak demokrasi yang dibangun dengan darah dan air mata melalui gerakan reformasi. Bahkan Indo Barometer ada karena reformasi," jelas Musni Umar.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati