Netral English Netral Mandarin
11:03wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Musni: Israel, AS dan Inggris Tidak Akan Menang Jika Perang Lawan Iran

Kamis, 05-Agustus-2021 09:00

Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
Foto : Istimewa
Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar mengatakan, Israel, Amerika Serikat (AS) dan Inggris versus Iran diambang perang terbuka.

Hal itu, lanjut Musni, gara-gara AS, Inggris, dan Israel menuding Iran sebagai dalang dibalik serangan terhadap kapal tanker Mercer Sreet yang dikelola Israel, pekan lalu. Sementara Iran membantah tudingan tersebut.

"Israel, Amerika dan Inggris Versus Iran diambang perang terbuka. Iran dituduh serang kapal tanker Mercer Street. Itu tuduhan palsu tanpa dasar. Kata Iran," tulis Musni di akun Twitter-nya, Rabu (4/8/2021).

Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) itu berpendapat, jika terjadi perang, maka AS, Inggris dan Israel tidak akan menang melawan Iran.

"Jika terjadi perang Israel, Amerika Serikat dan Inggris melawan Iran, ketiga negara itu tidak akan menang. Contoh kasus Israel Versus Hamas, Israel gagal, kasus Afganistan, sudah 20 tahun tidak mampu kalahkan Taliban," cuit Musni Umar.

Dilansir dari Antara, seorang pejabat Iran memperingatkan negaranya akan merespons "keras" langkah apa pun yang mengancam keamanan Teheran, kantor berita Iran mengabarkan pada Senin.

Pernyataan itu muncul setelah Amerika Serikat, Inggris, dan Israel menuding Iran ada di belakang serangan pada tanker minyak yang dikelola Israel, pekan lalu.

Iran telah membantah terlibat dalam insiden di perairan Oman yang menewaskan dua anggota kru tanker Mercer Street yang berkebangsaan Inggris dan Romania itu.

"Meskipun Iran menganggap ancaman pejabat Barat dan rezim Zionis (Israel) itu lebih sebagai sikap propaganda, setiap tindakan terhadap kepentingan nasional dan keamanan Iran akan ditanggapi dengan keras dan tegas," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu kepada kantor berita Nournews.

"Dan Washington dan London akan bertanggung jawab secara langsung atas konsekuensinya," kata pejabat itu kepada Nournews. Kantor berita tersebut memiliki hubungan dekat dengan Dewan Keamanan Nasional Agung Iran.

AS dan Iran mengatakan pada Minggu (1/8) mereka akan bekerja dengan mitra mereka untuk merespons serangan pada tanker berbendera Liberia milik Jepang itu, yang dikelola Zodiac Maritime di Israel.

Inggris mengatakan kemungkinan besar Iran yang melakukan serangan itu dengan menggunakan satu atau lebih kendaraan udara tak berawak (drone).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati