Netral English Netral Mandarin
15:50wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Musni: Saya Bersyukur Tidak Komentari Sumbangan Rp2 Triliun, BuzzeRp Sudah Terlanjur Puji Akidi Tio

Rabu, 04-Agustus-2021 00:10

Rektor Universitas Ibnu Chaldun sekaligus Sosiolog Musni Umar
Foto : Twitter
Rektor Universitas Ibnu Chaldun sekaligus Sosiolog Musni Umar
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar bersyukur karena sejak awal dirinya tidak berkomentar soal sumbangan Rp2 triliun keluarga almarhum Akidi Tio untuk penanganan pandemi Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal tersebut disampaikan Musni mengomentari pemberitaan media soal anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti yang diperiksa Polda Sumsel terkait dana Rp2 triliun yang hingga kini belum cair sejak penyerahan secara simbolis pada Senin (26/7/2021).

"Saya bersyukur tidak ikut komentari sumbangan Rp2 triliun," tulis Musni di akun Twitter-nya, seperti dilihat netralnews.com Selasa (3/8/2021).

Musni mengatakan, sejak awal dirinya sudah ragu kalau anak Akidi Tio bakal menyumbang Rp2 triliun. Kini, lanjut Musni, keraguannya itu terjawab lantaran sumbangan tersebut cuma hoaks.

"Karena sejak awal hati kecil saya ragu apa mungkin ada orang yang sudah lama meninggal, anak-anaknya mau sumbangkan harta orang tua, yang merupakan harta warisan mereka. Keraguan saya terjawab, ternyata hanya hoax," kata Musni.

Selain mengaku keraguannya terjawab, Musni juga menyentil para pendengung bayaran (buzzeRp) yang sedari awal memuji Akidi Tio dan keluarga pengusaha pengusaha asal Langsa, Kabupaten Aceh Timur itu.

"Buzzerp sudah telanjur puji Akidi Tio," cuit Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) itu.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, kedatangan Heriyanti ke Polda Sumsel dalam rangka memenuhi undangan penyidik untuk menjelaskan soal pencairan dana Rp2 triliun melalui bilyet giro.

Menurutnya, saat penyerahan sumbangan secara simbolis di Mapolda Sumsel, Senin (26/7/2021) pekan lalu, dana Rp 2 triliun itu direncanakan cair pada Senin (2/8/2021) dengan menggunakan bilyet giro Bank Mandiri pukul 14.00 WIB. 

Namun karena sampai waktu yang ditentukan, uang tersebut belum bisa dicairkan karena mengalami beberapa kendala, sehingga Polda Sumsel mengundang Heriyanti untuk mengklarifikasi mengenai personal tersebut.

Karenanya, Supriadi menyatakan kalau dana Rp2 triliun yang dijanjikan bukan prank. Ia juga memastikan bahwa putri bungsu Akidi Tio itu tidak ditangkap.

"Tidak ada prank. Pada hari ini, ibu Heriyanti kita undang ke Polda. Perlu digarisbawahi, kita undang bukan kita tangkap, kita undang untuk datang ke Polda untuk memberikan klarifikasi terkait penyerahan dana Rp 2 triliun melalui bilyet giro," kata Supriadi, Senin (2/8/2021).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi