Netral English Netral Mandarin
08:49wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Musni Sebut Perlakuan Bima Arya terhadap Habib Rizieq Ibarat Air Susu Dibalas Air Tuba

Kamis, 15-April-2021 13:15

Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
Foto : Istimewa
Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog yang juga Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar berpendapat, perlakuan Wali Kota Bogor Bima Arya terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) ibarat pepatah air susu dibalas air tuba.

Hal tersebut disampaikan Musni mengomentari pemberitaan media soal pernyataan kuasa hukum Habib Rizieq yang menyebut HRS bukan penyebab masalah kerumunan di RS Ummi Bogor, karena Bima Arya-lah yang menyampaikan ke publik soal keberadaan HRS di rumah sakit itu.

"HRS diperlakukan seperti kata pepatah "Air susu dibalas air tuba," tulis Musni di akun Twitternya seperti dilihat netralnews.com, Kamis (15/4/2021).

Dalam cuitannya, Musni tidak menjelaskan lebih jauh alasan dirinya mengibaratkan perlakuan Bima terhadap HRS seperti air susu dibalas air tuba. Namun diduga hal itu terkait pernyataan Habib Rizieq yang mengaku memberikan restu kepada salah satu muridnya untuk mendukung Bima Arya di Pilkada Kota Bogor. 

Sebelumnya diberitakan, Bima Arya memberikan kesaksian pada sidang lanjutan kasus tes swab RS Ummi Bogor dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim), Kamis (14/4/2021).

Dalam kesaksiannya, Wali Kota Bogor itu menyebut kondusifitas di daerahnya terganggu saat Habib Rizieq dirawat di RS Ummi pada akhir November 2020 lalu.

Hal itu disampaikan Bima menjawab pertanyaan hakim soal bagaimana situasi Kota Bogor saat informasi mengenai Habib Rizieq dirawat di RS Ummi beredar.

"Tentu kekondusifan terganggu, karena polemik yang ramai baik di media cetak, elektronik, maupun online dan media sosial," kata Bima kepada majelis hakim.

Bima juga mengungkapkan bahwa ada beberapa massa aksi dari masyarakat dan mahasiswa menyoroti kasus Rizieq sehingga membuat situasi di Bogor makin tidak kondusif.

Ditambahkan Bima, aksi tersebut memang berhasil diredam oleh pihaknya. Namun, menurut dia, kasus Habib Rizieq tersebut membuat legitimasi dan kewenangan jajarannya menjadi diragukan.

"Ini penting bagi kejelasan kewenangan negara. Kalau kemudian kami diragukan dengan langkah-langkah ini, bagaimana kami bisa efektif untuk ke depannya. Jadi bagi kami, satgas, ini bukan persoalan apa pun kecuali persoalan protokol kesehatan," tutur Bima Arya.

Pada kesempatan itu, Bima juga membeberkan jika ada peningkatan kasus positif Covid-19 di Kota Bogor saat Habib Rizieq Shihab dirawat di RS Ummi. Namun ia menegaskan hal itu tidak bisa dipastikan korelasinya.

"Kalau bicara secara data, hari itu naik ada 527 kasus aktif. Bahwa apa ada kaitannya dengan kasus, ini tidak bisa dipastikan," ungkap Bima.

Terkait kesakitan Bima itu, kuasa hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro menyebut bahwa kliennya bukan penyebab kerumunan di RS Ummi Bogor. Ia mengatakan, Bima Arya-lah yang menyampaikan ke publik soal keberadaan HRS di rumah sakit itu sehingga terjadi kerumunan massa.

"Karena yang kami perlihatkan dalam persidangan, yang pertama kali menyampaikan ke publik adalah Bima Arya. Jadi, keramaian itu muncul bukan dari Habib Rizieq," ujar Sugito saat memberikan keterangan pers di PN Jaktim, Kamis (14/4/2021).

Diketahui, pada persidangan kemarin, Habib Rizieq sempat mengungkit kemenangan Bima di Pilkada Kota Bogor. Menurut HRS, terpilihnya Bima itu tak lepas dari dukungan Habib Mahdi Assegaf yang merupakan salah satu muridnya.

"Anda (Bima Arya) mengenal Habib Mahdi Assegaf, Habib Mahdi sangat dekat dengan anda bahkan pendukung utama Anda pada saat pemilihan Wali Kota Bogor, dan saya yang merestui karena saya gurunya," kata Habib Rizieq. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli