Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:32wib
Polisi menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar sejumlah fasilitas umum di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, lantaran sempat dijadikan sebagai Posko Komando Taktis alias Pos Kotis. Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.
Musni Umar: Jangan Sampai Ada yang Korupsi Vaksin Gratis 

Kamis, 17-December-2020 18:00

Musni Umar: Jangan sampai ada yang Korupsi vaksin gratis. 
Foto : UIC
Musni Umar: Jangan sampai ada yang Korupsi vaksin gratis. 
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar mengapresiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggratiskan Vaksin Covid-19. 

Musni harap para Menteri, Gubernur, Bupati dan Walikota menjalankan tanggungjawab soal vaksinasi dengan baik. Dia harap, tidak ada pihak yang mengkorupsi vaksin gratis ini.

"Semoga para menteri, Gubernur, Bupati dan Walikota jalankan dgn baik. Jgn sampai ada yg korupsi Vaksin gratis  seperti Bansos Covid-19," harap Musni, dikutip dari cuitannya, Kamis (17/12/2020).

Seperti diketahui, Presiden Jokowi sebelumnya mengumumkan bahwa vaksin Covid-19 untuk seluruh warga masyarakat gratis. Presiden memastikan, masyarakat tidak dikenakan biaya sama sekali. 

Keputusan Presiden Jokowi ini bukan tanpa alasan. Dia mengaku membuat keputusan setelah menerima masukan dari masyarakat dan melakukan kalkulasi ulang keuangan negara.

Selain itu, Jokowi juga tegaskan bahwa dirinya akan menjadi orang pertama yang menerima Vaksin Covid-19 tersebut.

Menurut Jokowi, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak mendapatkan vaksin atau meragukan keamanan vaksin-vaksin Covid-19.

Lebih lanjut Musni mengaku amat prihatin akan terus meningkatnya jumlah yang terinfeksi Covid-19. Apalagi tidak jelas kapan Covid-19 akan berakhir. 

"Ayo kita bersatu, seluruh kekuatan bgs di kerahkan utk mencegah dan melawan Covid-19," ajak Musni.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani