Netral English Netral Mandarin
20:38wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Musni Umar Nilai Partai Ummat Punya Masa Depan Gemilang, Ini 5 Alasannya

Jumat, 08-Oktober-2021 12:30

Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
Foto : Istimewa
Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar berpendapat, Partai Ummat bentukan Amien Rais memiliki masa depan yang gemilang. 

"Sebagai sosiolog yang bukan merupakan bagian dari Partai Ummat, saya menyaksikan bahwa Partai Ummat memiliki masa depan yang gemilang," tulis Musni di website-nya arahjaya.com, Jumat (8/10/2021).

Setidaknya, sebut Musni, ada lima alasan untuk mengatakan bahwa Partai Ummat memiliki masa depan yang gemilang.

Pertama, sosok Amien Rais sebagai patron partai yang dideklarasikan pada 29 April 2021 itu.

"Apapun kata orang, Pak Amien merupakan tokoh yang mempunyai kharisma yang banyak diikuti, tidak saja karena mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, tetapi tokoh nasional yang dikenal istiqamah (konsisten) dan berani," kata Musni.

Kedua, Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta itu menyinggung soal latar belakang pendidikan Ridho Rahmadi yang merupakan Ketua Umum Partai Ummat.

"Ridho Rahmadi, Ketua Umum Partai Ummat masih belum banyak jam terbang, tetapi sebagai tokoh muda yang berpendidikan tinggi bergelar Ph.D, peristiwa yang dialami Partai Ummat dengan mundurnya Agung Mozin dan Neno Warisman sebagai pengurus teras Partai Ummat, insya Allah diambil pelajaran dan pasti mempercepat kematangannya dalam mengelola partai," kata Musni. 

Ketiga, Musni menyebut masyarakat Indonesia sudah mengalami pembelahan ke dalam dua kelompok besar yaitu pendukung pemerintah dan mereka yang beroposisi.

Menurutnya, mereka yang beroposisi pasti tidak akan mendukung dan memilih partai politik yang merupakan pendukung pemerintah.

"Rakyat akan memilih partai politik dalam pemilihan umum yang bukan bagian dari pemerintah. Pada tataran tersebut Partai Ummat memiliki peluang besar untuk dipilih rakyat dalam pemilu," ungkapnya.

Keempat, Musni berpendapat bahwa rakyat miskin yang semakin miskin akibat pandemi Covid-19 berpotensi menjatuhkan pilihan pada partai politik di luar pemerintahan. 

"Rakyat Indonesia masih sangat banyak yang miskin. Mereka semakin miskin setelah Indonesia dilanda Covid-19. Semua masalah yang dihadapi rakyat, berawal dari politik yaitu pemilu. Kalau rakyat bisa disadarkan, maka peluang untuk mengubah pilihan mereka dalam pemilu akan disalurkan kepada partai politik yang bukan pendukung pemerintah. Pada tataran ini Partai Ummat berpeluang dipilih oleh rakyat dalam pemilu 2024," paparnya.

Terakhir, Musni Umar menyinggung soal tenaga kerja asing (TKA) asal China. Menurutnya, kehadiran secara masif pekerja China di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini, sangat memprihatinkan sebagian besar rakyat Indonesia.

Semua itu, kata Musni, terjadi karena kebijakan politik. Untuk mengubah hal tersebut, tambahnya, maka politik harus diubah oleh rakyat Indonesia melalui pemilu.

"Perubahan politik harus diperjuangkan. Jika ini terjadi, maka rakyat akan memilih partai politik yang melawan membanjirya TKA di Indonesia. Pada tataran tersebut, Partai Ummat berpeluang meraih dukungan suara yang besar dalam pemilihan umum," pungkas Musni. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati