Netral English Netral Mandarin
20:56 wib
Tersiar informasi bahwa Kejaksaan Agung memeriksa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan karena adanya unrealized loss investasi. Dibalik suksess harum bumbu masak mi instan indomie ternyata ada Hj Nunuk Nuraini yang kemarin, Rabu, (27/1/2021), tutup usia.
Musuh Saat Ini adalah Virus Hingga Mutasi Baru, Ini Tindakan Menkes 

Jumat, 08-January-2021 21:21

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Foto : Netralnews/Martina Rosa Dwi Lestari
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dirinya menyadari bahwa musuh saat ini adalah virus. Dia bahkan ibaratkan kita sedang berperang melawan virus tersebut. 

Menghadapi hal itu, Menkes mengaku teringat akan pernyataan Bill Gates pada 2010 lalu. Saat itu Bill Gates katakan bahwa Virus SARS COV-1 melanda Cina dan manusia mengeluarkan biaya yang besar untuk membangun sistem persenjataan dan pertahanan. 

Sistem tersebut dibangun seakan-akan nanti yang akan membunuh jutaan manusia adalah sesama manusia. Ternyata bukan manusia yang membunuh jutaan manusia, tetapi ada yang namanya virus sehingga sistem persenjataan dan pertahanan yang dibangun tidak cocok untuk menghadapi virus. 



"Seperti operasi intelijen, musuhnya sudah menyusup. Musuhnya sudah masuk tetapi kita tidak tahu karena tidak memiliki peralatan dan tidak memiliki tools dan tidak memiliki proses untuk mengetahui apakah musuh sudah menyusup atau tidak," kata Menkes. 

Pernyataan itu disampaikan Menkes saat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kemenristek/BRIN tandatangani MoU terkait Surveilans Genom Virus SARS COV-2 secara virtual, Jumat (8/1/2021).

Turut berpartisipasi dalam acara tersebut Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro dan Kepala Badan Litbangkes Slamet.

Menkes harap kerja sama ditindaklanjuti dan menjalin kerja sama dengan semua laboratorium yang mampu melakukan pemeriksaan dan deteksi dini terhadap "musuh-musuh" infiltrasi yang namanya virus. 

"Baik itu (laboratorium) yang ada di tempat saya maupun juga yang ada di tempatnya Pak Bambang, yang ada di seluruh perguruan tinggi. Ini harus dibangun tidak sendiri-sendiri tetapi bersama-sama," jelas Menkes. 

Menkes juga menitip pesan pada Slamet dan tim bahwa harus terjadi pertukaran yang "mencair". Menurut Menkes, tidak perlu harus banyak birokrasi, terlalu banyak surat-menyurat, dan perizinan terkait pertukaran informasi antara jaringan laboratorium. Selain itu juga harus ada pertukaran SDM.

"Karena musuh (virus) ini gerakannya cepat dan respon harus cepat. Jadi selain network dibangun secara informal, kemudian yang kedua pertukaran resources harus cair dari sisi alat, orang, informasi juga," harap Menkes.

Terakhir, Menkes juga meminta para ahli terkait virus segera membangun nama atau kerja sama. Harapannya menjadi wakil Indonesia di dunia dan dapat menjalin kontak ke dunia. 

"Kami harapkan perspektif Indonesia bisa dibawa masuk ke sana (global) sehingga pada saat ada keputusan-keputusan di level dunia yang harus diambil sudah masuk perspektif Indonesia," pesan Menkes.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP