Netral English Netral Mandarin
01:02wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Muzani Apresiasi Pemikiran Gus Baha Terkait Politik Indonesia

Kamis, 12-Agustus-2021 12:00

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani bersilaturahim ke kediaman Gus Baha di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA, Rembang
Foto : Antara
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani bersilaturahim ke kediaman Gus Baha di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA, Rembang
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengapresiasi pemikiran ulama Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha yang memiliki pandangan positif terhadap proses politik yang ada di Indonesia.

"Pesan Gus Baha sangat baik, memberikan pencerahan kepada kita semua sehingga dalam berpolitik, orang-orang yang terlibat di dalamnya menekankan pada prinsip bahwa politik adalah seni untuk memperjuangkan kepentingan rakyat," kata Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Hal itu dikatakan Muzani saat bersilaturahim ke kediaman Gus Baha di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2021).

Muzani mengatakan partainya menjalankan amanat rakyat dengan "enjoy", serius, dan amanah agar sampai pada tujuan, yaitu kemaslahatan rakyat.

"Sehingga dalam berpolitik, orang-orang yang terlibat di dalamnya menekankan pada prinsip bahwa politik adalah seni untuk memperjuangkan kepentingan rakyat sehingga prosesnya semua menjadi 'enjoy'," ujarnya.

Wakil Ketua MPR RI itu menjelaskan tujuan kedatangannya bersilaturahim ke kediaman Gus Baha ingin mengaji kepada Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an itu karena menguasai kitab-kitab klasiknya yang ditulis dari ulama-ulama Nusantara.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Baha menyampaikan pesannya bahwa politik merupakan seni mengelola kepercayaan publik dan sekarang produk-produk politik lebih baik dibandingkan dengan zaman kerajaan dahulu, yaitu raja-raja saling berperang untuk mendapatkan kekuasaan hingga pertumpahan darah tidak terelakkan.

Dia bersyukur saat ini pertarungan politik melalui seni mencari daya tarik masyarakat dan mengelola simpati publik.

Menurut dia, kalau melihat politik sebagai cara atau seni mengelola kekuasaan dengan cara yang lebih enak, lebih beradab maka cara politik sekarang itu sudah membaik dari yang sebelumnya.

"Tidak kebayang dulu misalnya Timor Leste keluar dari Indonesia mekanismenya melalui duel atau perang tapi pada akhirnya melalui politik, lewat jajak pendapat. Begitu juga pemilihan gubernur dan bupati," ujarnya.

Karena itu, dia menilai berpolitik yang dijalankan saat ini bisa dijalani dengan rasa "enjoy" karena politik merupakan suatu hal yang substansial dan berhubungan dengan kemaslahatan umat.

Menurut dia, apabila politik tidak dijalankan dengan amanah, maka yang timbul adalah rasa saling menyalahkan dan curiga sehingga berimplikasi pada keterpurukan suatu bangsa.

Hal itu, menurut Gus Baha, sangat penting agar Indonesia tidak menjadi bangsa yang hanya bisa saling menyalahkan sehingga politik kembali ke kemaslahatan publik.

"Istilahnya kamu punya kamar seribu, yang dipakai tidur cuma satu kamar, kalau punya beras satu ton, yang kamu makan hanya satu liter. Artinya apa, artinya kebutuhannya adalah sama-sama satu piring," katanya.

Dia menilai kalau proses politik tidak dianggap lebih baik atau membaik sekarang ini semua orang akan merasa salah terus dan akan saling menyalahkan.

Dalam kesempatan tersebut, Muzani didampingi beberapa anggota Fraksi Gerindra DPR RI, antara lain Mohammad Hekal, Prasetyo Hadi, Abdul Wachid, dan Sudewo, serta jajaran pengurus Gerindra lainnya.

Reporter : Antara
Editor : Wahyu Praditya P