Netral English Netral Mandarin
07:41wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Hasilkan Calon Pemimpin, Kreator dan Inovator, Nadiem: Program Sarjana Terapan atau D4 Adalah Jawaban Kebutuhan Industri

Minggu, 28-Februari-2021 15:38

Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (foto diambil sebelum pandemi COVID-19).
Foto : Kemendikbud
Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (foto diambil sebelum pandemi COVID-19).
35

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperkuat program pendidikan sarjana terapan atau D4 agar lulusannya tidak hanya terampil dalam bidang yang dipelajari, tetapi juga mampu menjadi pemimpin, kreator, dan inovator.

"Setelah mendapatkan pengetahuan dan keahlian teknikal di jenjang pendidikan D3, pendidikan sarjana terapan atau D4 sebagai jawaban atas kebutuhan industri akan melatih peserta didik mengembangkan karakter adaptif, kreatif, dan cerdas," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (28/2/2021).

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengatakan bahwa program pendidikan D4 meliputi 60 persen praktik dan 40 persen teori sehingga lulusannya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan industri saat ini.

Ia menambahkan, lulusan program pendidikan D4 punya keahlian lebih dibandingkan dengan lulusan program pendidikan D3 karena telah mengikuti program pembelajaran berbasis proyek bersama dengan industri serta magang selama satu tahun di industri.

Wikan juga menjelaskan mengenai upaya pengembangan pendidikan vokasi melalui penerapan program SMK-D2 Fast Track.

"Jadi nantinya SMK ditambahi tiga semester magang, sistemnya nanti dual system, yaitu mereka dapat kuliah sambil magang. Sistem ini juga digunakan oleh Jerman," katanya.

Ditambahkannya juga bahwa perkembangan pesat industri membuat beberapa pekerjaan mulai menghilang dan pekerjaan-pekerjaan baru muncul.

"Kita harus mengikuti perkembangan zaman dan memperhatikan profesi yang bermunculan saat ini," imbuhnya.

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP