Netral English Netral Mandarin
03:51wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Nafsu Makan Tidak Terkontrol Saat Lebaran, Ini Akibatnya

Jumat, 14-Mei-2021 23:50

Pexels
Foto : Ilustrasi
Pexels
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Salah satu kesalahan besar kita di hari raya Idul Fitri adalah tidak dapat mengontrol nafsu makan. Semua makanan dicicipi, hampir seharian penuh saat lebaran. Dari mulai makanan berat, kudapan kue kering, sampai minuman soda yang mengandung kadar gula tinggi. 

Akibatnya perut kita kekenyangan dan merasakan kembung. Padahal, kita mengenal ada pepatah yang mengatakan "MakanLah sebelum lapar, dan berhentilah sebelum kenyang". Dalam Islam pun, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda agar kita tidak berlebihan dalam makan. 

"Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukup lah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas". 

Lalu, bagaimana dari segi kesehatan memandang hal ini? Apa kerugian atau efek buruk yang akan didapatkan seseorang jika terlalu banyak makan? Dokter sekaligus ahli gizi komunitas Tan Shot Yen menjelaskan, mengapa terlalu banyak makan justru akan memberi dampak buruk bagi kondisi fisik seseorang. 

"Rasa kenyang itu ditimbulkan (oleh) hormon leptin. Leptin dikeluarkan jaringan lemak, (hormon ini) memberi tahu otak untuk menghambat rasa lapar. Istilahnya 'Sudah ya, stop makan!'" kata dr Tan dilansir dari kompas.com. 

Dalam kondisi ini, hormon dopamin yang menstimulas rasa puas, cukup terpantik. Sebaliknya, apabila terlalu banyak makan hingga kekenyangan, maka hormon kepuasan ini akan terstimulasi secara berlebihan. 

"Kalau makan ngoyo bablas, maka dopamin akan over stimulated. Ciri-ciri orang yang makan sampai kekenyangan dengan over stimulated dopamin adalah (timbul) rasa gelisah, susah tidur, energi berlebihan, dan susah fokus," jelas dia. 

Untuk itu, mari kita kontrol jumlah asupan makanan dan minuman kita saat bersuka cita merayakan Hari Raya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati