Netral English Netral Mandarin
13:11 wib
Indonesia menempatkan tiga wakilnya pada babak perempat final Toyota Thailand Open 2021 yang akan berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Jumat (22/1). Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan mulai 25 Januari hingga 8 Februari 2021.
Nama Diah Pitaloka Dinilai Cocok jadi Mensos, TG: Ah yang Bener?

Sabtu, 19-December-2020 13:20

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Twitter
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menanggapi nama politisi PDIP, Rieke Diah Pitaloka disebut-sebut sebagai kandidat kuat calon menteri Sosial (Mensos) menggantikan Juliari P. Batubara.

Teddy mengakatan, dengan masuknya nama Rieke Diah Pitaloka, oknum birokrat di Kementerian Sosial kelabakan. Pasalnya, sejak awal Rieke Diah Pitaloka ingin semua kebutuhan bantuan sosial diambil dari produksi rakyat di daerah masing-masing.

"Ah yg bener? Mensos Rieke diah pitaloka? Wah, oknum birokrat pemburu rente di internal kemensos bisa kelabakan nih?" kata Teddy dalam akun Twitter pribadinya, @TeddyGusnaidi.



"Karena dari awal Rieke pengen semua kebutuhan bansos pangan diambil dari produksi rakyat di daerah masing2. Ini jg utk gerakkan ekonomi rakyat," lanjutnya.

Sebelumnya nama Rieke Diah Pitaloka, bersama Budiman Sudjatmiko dan Puti Guntur Soekarno disebu-sebut layak menggantikan Juliari P Batubara sebagai Menteri Sosial.

Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam menilai ketiganya layak karena berasal dari PDIP.

"Pengganti Mensos jika diambil lagi dari kader PDIP ada beberapa nama yang layak, antara lain Budiman Sujatmiko, Puti Guntur Soekarno Putri, dan Rieke Diah Pitaloka ," ujar Arif Nurul Imam, Jumat (11/12/2020).

Menurut Arif, ketiga nama tersebut memiliki rekam jejak dalam kerja-kerja sosial. "Sehingga bisa menjadi modal ketika menjadi Mensos," ujarnya.

Dia berpendapat, mensos pengganti Juliari Batubara nantinya harus mampu bekerja sama dalam kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

"Terlepas dari parpol atau non-parpol, yang pasti mesti orang yang profesional dan bisa bekerja menjalankan tugasnya dengan baik, mampu bekerjasama dalam kabinet," pungkasnya.

Diketahui, Juliari Batubara telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek 2020. Juliari telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati