Netral English Netral Mandarin
22:17wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Penting, Ini Saran AAJI Bagi Masyarakat yang Ingin Membeli Produk Asuransi

Rabu, 13-Oktober-2021 22:40

Ilustrasi asuransi jiwa.
Foto : Pixabay
Ilustrasi asuransi jiwa.
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu meminta nasabah untuk memahami opsi produk sebelum memilih asuransi jiwa secara tepat.

"Untuk menghindari kesalahpahaman, pastikan nasabah membaca dan memahami produk serta manfaat yang didapatkan dari asuransi jiwa, termasuk persyaratan dan proses klaim," kata Togar di Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Ia mengatakan juga, produk yang akan dipilih harus disesuaikan pula dengan kebutuhan, apabila produk asuransi menawarkan nilai investasi, pahamilah selalu bahwa investasi yang menawarkan imbal balik tinggi juga memiliki risiko.

Beberapa produk asuransi juga harus dibandingkan sebelum membuat keputusan, perbandingan bisa dilihat antara lain melalui ketentuan polis, jumlah pertanggungan, risiko, dan imbal hasil yang ditawarkan.

Agar terhindar dari masalah di kemudian hari, Togar mengingatkan calon pemegang polis juga harus benar-benar memanfaatkan secara maksimal free look period, yaitu waktu di mana calon pemegang polis bisa membaca dan memahami lebih jauh syarat dan ketentuan dalam polis tersebut.

"Jika calon pemegang polisi setuju dengan syarat dan ketentuan ini, maka mereka bisa menandatangani polis, termasuk dalam hal ini bagian dari polis yang berkaitan dengan nama pemegang polis, tertanggung, dan ahli waris," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Di sisi lain, ia menuturkan calon pemegang polis juga harus memperhatikan syarat pengajuan klaim yang tercantum dalam polis, karena pengajuan klaim bisa ditolak apabila tidak sesuai dengan persyaratan polis.

Dengan demikian, nasabah harus mengetahui ketentuan-ketentuan apa saja yang tercantum pada polis, misalnya ketentuan masa tunggu karena akan ada klaim yang belum dapat dibayarkan.

Kemudian, Togar menjelaskan pengajuan bisa ditolak jika klaim di luar cakupan perlindungan karena dalam polis terdapat cakupan perlindungan yang ditanggung perusahaan asuransi jiwa, seperti meninggal dunia bunuh diri, yang biasanya tidak termasuk dalam cakupan perlindungan sehingga klaim tidak akan dibayarkan.

Klaim nasabah juga bisa ditolak apabila dokumen pengajuan tidak lengkap, sehingga harus diperhatikan syarat dan ketentuannya karena masing-masing perusahaan asuransi jiwa kini sudah memberikan kemudahan klaim dengan melampirkan keterangan dan formulir yang diperlukan di laman resmi perusahaan.

Selain itu, dirinya menyampaikan bahwa pengajuan klaim bisa ditolak jika terdapat informasi penting yang disembunyikan atau tidak diinformasikan apa adanya, seperti riwayat sakit

"Hal ini akan mempengaruhi proses klaim jika ditemukan informasi data yang berbeda," pungkasnya.

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP