3
Netral English Netral Mandarin
11:22 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Nasihat Mahfud MD untuk Pigai yang Fotonya Disandingkan dengan Gorila

Minggu, 24-January-2021 21:00

Mahfud MD, Menko Polhukam
Foto : Istimewa
Mahfud MD, Menko Polhukam
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menkopolhukam Mahfud MD menilai, apabila ada pihak yang tidak suka dengan keterangan atau tudingan agar didiamkan saja. Menurutnya tidak perlu sampai menghina, mencaci atai menggunakan gambar hewan. 

Mahfud sebut ada ungkapan, "tarkul jawaab alal jaahil jawaabun". Artinya, tidak menjawab statement atau tudingan orang dungu adalah jawaban terhadap orang dungu tersebut.

"Kalau Anda tak suka dgn statement atau tudingan seseorang yg Anda anggap ngaco, tak usahlah menghinanya dgn cacian atau gambar hewan. Diamkan sj," jelas Mahfud, dikutip dari cuitannya, Minggu (24/1/2021).

Sebelumnya, Aktivis Kemanusiaan yang juga merupakan Mantan Komisioner Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengaku menjadi korban rasisme. 

Ini terjadi menyusul adanya sebuah akun media sosial bernama Ambroncius Nababan. Akun tersebut mengunggah foto Pigai sambil menyandingkannya dengan foto hewan, Gorila.

Mengetahui hal ini, Pigai tidak hanya tinggal diam dan memberikan komentar dan menyeret nama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, selama pemerintahan Jokowi, pembantaian, pembunuhan dan kejahatan HAM di Papua cenderung didasari rasisme.

Lebih lanjut Pigai tegaskan bahwa kita harus menghapuskan rasisme. Menurutnya negara memelihara dan mengelola rasisme sebagai alat pemukul tiap orang yang bersebrangan dengan kekuasaan. 

Pigai merasa, rasisme telah menjadi kejahatan kolektif negara pada Rakyat Papua, Bangsa Melanesia.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP