Netral English Netral Mandarin
04:08wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Nasihat Spesialis Penyakit Dalam Jika Masih Merasakan Gejala COVID-19 Meski Sudah Dinyatakan Negatif

Kamis, 26-Agustus-2021 14:20

Ilustrasi pasien COVID-19.
Foto : persi.or.id
Ilustrasi pasien COVID-19.
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Orang yang sudah dinyatakan negatif COVID-19 terkadang masih merasakan gejalanya. Ini biasa disebut Long COVID-19. 

Dokter spesialis penyakit dalam dari Universitas Indonesia dr Rudy Kurniawan, Sp.PD mengatakan, long COVID-19 adalah kondisi saat seseorang masih merasakan gejala meski sudah dinyatakan positif COVID-19, di antaranya gangguan pernafasan dan gangguan penciuman atau anosmia.

"Masalah pernafasan misalnya masih sesak, merasa capek saat jalan jauh atau naik tangga, itu masih mungkin. Gangguan penciuman, misalnya anosmia berhari-hari atau berminggu-minggu, bahkan ada laporan sampai 6 bulan," kata dr Rudy, dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (26/8/2021).

Menurutnya, penanganan long COVID-19 tidak sama bagi setiap individu dan gejalanya. Secara umum, setiap individu harus memastikan bahwa dirinya telah menjalani aktivitas yang sehat.

"Artinya, olahraganya harus optimal. Kemudian makanan juga sehat dengan membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta memperhatikan porsi makan," kata dr Rudy.

Kemudian, untuk porsi makan yang dianjurkan adalah setengah porsi sayur dan buah, seperempat porsi karbohidrat, dan seperempat porsi protein dan lemak.

"Tentu akan lebih baik jika lemaknya adalah lemak tidak jenuh," imbuhnya.

Ia juga menganjurkan beberapa latihan yang dapat dikerjakan untuk mengatasi long COVID-19.

Bagi yang mengalami gejala masalah pernafasan, latihan yang bisa dilakukan adalah dengan latihan pernafasan secara terstruktur. Hal ini, kata dr. Rudy, dapat mengurangi gejala hingga 50 persen.

"Di YouTube udah cukup banyak bagaimana terkait latihan pernafasan terstruktur pasca COVID-19," ujarnya seperti dilansir Antara.

Sementara itu, untuk proses pemulihan COVID-19, dr. Rudy mengatakan hal itu tergantung pada kondisi masing-masing individu dan komorbid yang menyertainya.

Jika saat terkena COVID-19 seseorang mengalami gejala ringan dan tidak ada komorbid, maka setelah dua minggu dia dianggap sembuh meski PCR masih menunjukkan hasil positif. Hasil PCR positif tersebut, kata dr. Rudy, hanya menunjukkan bangkai-bangkai virus yang masih tersisa.

"Jika gejalanya berat dengan berbagai komorbid, tentu lebih lama. Ada yang infeksinya terus berlangsung hingga dua bulan. Bahkan setelah infeksi selesai akan timbul long COVID-19," tambahnya. 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP