Netral English Netral Mandarin
05:50wib
Enam belas tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) usai berlangsungnya matchday terakhir penyisihan grup, Kamis (24/6) dini hari WIB. Sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona (covid-19) dalam sepekan terakhir
Natalius Pigai Ungkap Ciri-ciri Organisasi Teroris: OPM Pejuang Kebebasan

Senin, 03-Mei-2021 22:45

Mantan Komisioner HAM Natalius Pigai
Foto : Istimewa
Mantan Komisioner HAM Natalius Pigai
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Komisioner Ham Natalius Pigai mengungkapkan sebuah ideologi ciri-ciri organisasi teroris. Menurut dia, itu semua tak dimiliki oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Natalius mengungkapkan kalau Papua tak mengenal ideologi maut atau sebutan sesama muslim sebagai murtad dan kafir atau biasa disebut takfiri. Selain itu, sebutan musuh bersama kelompok atau Tagut.

Selain itu, kata dia Papua juga tak mempunyai Transnational Organization Crime atau (TOC). Dalam pengertiannya TOC merupakan perbuatan kelompok yang melibatkan dua negara atau lebih yang perbuatan tersebut merupakan tindak pidana.

Adalagi, Natalius menambahkan Foreign Teroris Fighter (FTF) yaitu sebuah perjalanan ke tanah asing dengan maksud terlibat dalam kegiatan, rencana atau pelatihan terorisme serta terlibat konflik bersenjata, 

"1. Papua tidak mengenal ideologi maut, Takfiri  & Tagut. 2. Papua tdk punya Transnational organization crime (ToC). 3. Papua tidak punya Foreign Teroris Fghters (FTA). No. 1-3 di atas dimiliki hampir semua oraganisasi Teroris.  TPN/OPM Rebelian & Freedom Fighters," tulisnya seperti dilansir Jakarta, Senin (3/5/2021).

Natalius Pigai menegaskan kalau pemerintah telah menciptakan konflik horizontal di Papua.

Sebab, hal itu terjadi setelah Pemerintah menerapkan status terorisme pada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Selain, tindakan rasis pada warga asli Papua itu sendiri.

"Jakarta sendiri telah menciptakan potensi Konflik horizontal di Papua melalui Rasisme dan Label Terorisme," tulisnya lagi. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati