Netral English Netral Mandarin
13:21wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Nathania Sutedja Hapus Stigma 'Software Engineer' Khusus untuk Pria

Selasa, 20-Juli-2021 12:07

Nathania Sutedja, seorang Engineering Manager Android Tokopedia
Foto : Antara
Nathania Sutedja, seorang Engineering Manager Android Tokopedia
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pekerjaan di bidang technology information (IT) selama ini dianggap sebagai "bidangnya" laki-laki, padahal jika melihat lebih jauh ada banyak perempuan yang berada di balik layar komputer untuk membuat berbagai jenis pemprograman yang mungkin biasa kita gunakan sehari-hari.

Salah satu sosok women in tech tersebut adalah Nathania Sutedja, seorang Engineering Manager Android Tokopedia. Nathania memulai karir profesionalnya di bidang teknologi pada tahun 2015 saat bekerja di Tokopedia.

Wanita lulusan Binus University jurusan Computer Science tahun 2015 ini, merupakan salah satu sosok di balik banyaknya inovasi di Tokopedia seperti Feed Revamp, Topchat dan Tokopedia Play. Setiap hari Nathania berperan dalam mengawasi teknis operasional pada Tim Android.

Selain itu, Nathania juga bekerja sama dengan tim lain dan bertanggung jawab dalam merencanakan serta mengarahkan untuk memastikan keberhasilan fitur dan produk Android.

Nathania mengatakan sejak SMA sudah tertarik dengan bidang IT, oleh karenanya saat kuliah dia bertekad untuk mengambil keahlian di bidang tersebut. Awal bekerja, Nathania mengaku sempat tidak percaya diri lantaran sektor teknologi dianggap sebagai pekerjaan pria.

Akan tetapi, ketika memasuki dunia kerja yang sesungguhnya kekhawatiran tersebut langsung hilang, meski di dalam tim Android Tokopedia, Nathania adalah satu-satunya wanita. Sebab di sana yang dilihat adalah kemampuannya untuk memecahkan masalah pemrograman.

"Dalam bekerja juga aku juga ketemu bahwa wanita enggak dibeda-bedain, kerja ya kerja aja, sama semuanya, semua dikasih kesempatan yang sama. Berasanya seru-seru aja sih, ketakutan yang aku alami pertama enggak ada, seru bahkan bisa berteman dengan laki-laki dan perempuan," ujar Nathania kepada ANTARA belum lama ini.

Hilangkan stigma

Wanita bekerja di bidang teknologi bukanlah hal yang aneh. Bagi Nathania, pikiran negatif seputar mana pekerjaan untuk laki-laki dan perempuan harus dihilangkan jika ingin mengejar impian.

Wanita yang hobi bermain gim ini, mengatakan bekal utama untuk unggul di bidang teknologi adalah kemampuan. Jika hal tersebut sudah dimiliki, jangan lupa untuk terus mengembangkannya agar bisa merobohkan stigma yang selama ini terus menempel.

"Sebagai wanita, yang membuat kita berpikir wanita itu lebih sedikit dibanding laki-laki itu kembali ke diri masing-masing sih. Kalau memang suka tidak perlu takut untuk bekerja di mimpi yang diinginkan," ujar Nathania.

Selama berkarir di bidang IT, Nathania juga mendapat berbagai dukungan baik dari lingkungan terdekatnya hingga orang-orang di perusahaan tempatnya bekerja, bahkan Tokopedia juga membuatkan program khusus untuk mengekspos para pejuang teknologi wanita di tempatnya.

Di sini, Nathania dan women in tech lainnya saling berbagi pengalaman dan membuat diskusi agar para wanita bisa semakin terinspirasi serta berani mengembangkan kemampuannya di bidang teknologi.

"Aku sempat join di sini dan membawakan topik soal Android juga dan waktu itu benar-benar seru sih, banyak anak baru dan wanita yang punya kekhawatiran masing-masing. Kita sharing dan kasih pengalaman kita kalau ternyata kita tidak perlu takut selama punya kemauan. Kita akan menemukan jalan juga bagaimana kita bisa menjadi salah satu orang yang dikenal oleh orang banyak," kata wanita kelahiran 29 November 1993 itu.

Dalam membuat program untuk Android, Nathania juga pernah mendapat berbagai macam tantangan dan melakukan kesalahan. Namun dia tak pernah menyerah dan tidak ingin menyebutnya sebagai kegagalan.

Bagi Nathania tidak ada istilah gagal dalam teknologi, yang hanyalah terus berkembang mengikuti kemajuan dan kebutuhan masyarakat khususnya para pelanggan Tokopedia.

"Karena kita ingin mengembangkan fitur kita untuk lebih bagus, jadi kalau soal fitur bukan apakah ada yang gagal, tapi lebih ke banyak inovasi apa yang bisa kita kembangkan setelah mengeluarkan sesuatu," kata Nathania.

Tantangan di bidang ITDunia teknologi selalu berubah setiap saat, jika hari ini ada peluncuran fitur baru maka tidak perlu heran kalau dua minggu ke depan ada hal lain yang dirilis. Hal ini pun menjadi sebuah tantangan bagi para software engineer baik itu pria ataupun wanita, keduanya dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuan jika ingin bertahan.

Nathania mengatakan para women in tech harus melek teknologi dan tidak boleh menutup mata dengan segala bentuk perubahan. Selain itu, rasa ingin tahu dan kemauan untuk terus belajar juga diperlukan dalam dunia teknologi.

"Setelah mereka mengikuti perkembangan teknologi, barulah muncul ide-ide inovasi, dari situ muncul keinginan untuk membuat sesuatu dan itu bisa menjadi landasan mereka untuk menjadi seorang software engineer atau pemrogram yang baik," kata Nathania.

Nathania juga menyebutkan beberapa tantangan yang dihadapi oleh para calon software engineer di Indonesia, salah satunya adalah bagaimana anak-anak sekolah atau kuliah bisa mendapatkan pembelajaran atau pengetahuan tentang teknologi terkini di dunia.

Bagi Nathania, sekolah IT saja tidak cukup untuk menjabarkan tentang teknologi di dunia karena dapat berkembang setiap saat. Oleh karenanya, calon software engineer muda diharapkan dapat menggali informasi sendiri tentang perubahan dan teknologi apa yang sedang dalam perbincangan internasional.

"Jadi dari anaknya sendiri pun harus mencari tahu lebih, jadi enggak cuma di Indonesia tapi di luar juga sama," ujar Nathania.

Sebagai orang yang berkecimpung di bidang IT, Nathania berharap ke depannya para software engineer Indonesia bisa dikenal secara internasional. Sebab kemampuan para IT di tanah air tidak kalah dengan sumber daya manusia di negara lain.

"Aku ingin banget software engineer di Tokopedia bisa dikenal juga enggak cuma di Indonesia tapi di luar dan kita bisa sharing tentang teknologi-teknologi apa yang sudah kita capai dan ini bisa di-share di luar sehingga orang-orang bisa belajar dari kita, bukan kita aja yang belajar dari luar," kata Nathania dinukil Antara.

Nathania juga berharap Indonesia bisa menjadi negara yang diperhitungkan dunia untuk sumber daya manusia di bidang teknologi. Selain itu, dia juga berharap dapat menemukan banyak talenta baru di sektor IT sehingga dapat membantu pemulihan ekonomi Indonesia dan membuat teknologi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Reporter : Antara
Editor : Taat Ujianto