Netral English Netral Mandarin
23:06 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Nekat Bertahan, Empat Peserta Aksi 1812 Diamankan Polisi

Jumat, 18-December-2020 18:20

Ilustrasi peserta aksi demo 1812
Foto : Istimewa
Ilustrasi peserta aksi demo 1812
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menolak dibubarkan, empat peserta Aksi 1812 terpaksa diamankan petugas kepolisian, Jumat (19/12/2020). Aksi 1812 sendiri digagas Aliansi Nasional Anti-Komunis (ANAK) NKRI.

Peserta aksi yang sebagian besar merupakan kaum laki-laki dan masih remaja, menolak dihalau. Bahkan di antara mereka ada yang berteriak "Maju! Maju!".

Namun pasukan Brimob dan Dalmas terus maju, sehingga massa mau tak mau harus mundur ke ujung Jalan Medan Merdeka Selatan di mana terdapat gedung Kedutaan Besar AS dan Stasiun Gambir. 



"Silakan membubarkan diri, karena Covid-19 masih ada. Jangan membuat kerumunan!" kata polisi melalui pengeras suara dari mobil yang mengikuti di belakang pagar betis Brimob dan Dalmas. 

Massa mundur sambil mengumandangkan shalawat, dan kemudian berhenti persis di gedung PLN STO Gambir, tak jauh dari Balaikota DKI Jakarta, dan bertahan di situ. Meski polisi kembali meminta massa membubarkan diri, masa tetap bertahan sambil mengumandangkan kalimat tauhid. 

Lalu keluarlah perintah penangkapan melalui pengeras suara,"Tangkap yang bertahan!".

Polisi-polisi berpakaian preman tiba-tiba merangsek ke arah kerumunan massa dan melakukan penangkapan dengan dibantu polisi berseragam, sehingga terjadi kericuhan, karena di antara massa ada yang berlarian menghindar, dan ada yang melawan. 

Satu orang ditangkap, lalu satu lagi, lagi dan lagi, sehingga total empat orang ditangkap. Seorang ibu nampak marah atas penangkapan itu, dan menendang tameng seorang Dalmas, namun tak dipedulikan. 

"Jika masih berkumpul, kami akan melakukan tindakan yang lebih tegas!" ancam polisi malalui pengeras suara. 

Polisi mengatakan, tindakan tegas ini demi kemanusiaan, karena kerumunan berpotensi menjadi sarana penularan Covid-19.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepad wartawan mengatakan, kekuatan yang dikerahkan untuk memangani aksi ini sekitar 5.000 personel.

Diketahui Aksi 1812 ini digelar menuntut agar kasus penembakan terhadap enam laskar FPI pada 7 Desember 2020 diusut tuntas dan Habib Rizieq Shihab (HRS) yang ditahan sejak Minggu (13/12/2020) oleh Polda Metro Jaya karena kasus kerumunan pada pernikahan anaknya di Petamburan, Jakarta Pusat, pada 14 November 2020, dibebaskan. 

Aksi ini sedianya akan dilakukan di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, namun sejak pagi Jalan Medan Merdeka Barat yang merupakan salah satu akses menuju Istana, telah diblokade oleh polisi, sehingga masaa yang mulai berdatangan selepas sholat Jumat,  tertahan di area Patung Kuda.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli