• News

  • Bola

Messi Disebut dalam Panama Papers

Lionel Messi dan Jorge Messi di Pengadilan Spanyol.
Lionel Messi dan Jorge Messi di Pengadilan Spanyol.

MADRID, NETRALNEWS.COM – Panama Papers. Dua kata yang saat ini tengah menghebohkan dunia berkaitan dengan dokumen pengemplang pajak yang dilansir Biro Hukum di Panama, Mossack Fonseca, yang melibatkan sejumlah figur publik, mulai dari presiden, selebriti, bahkan sampai bintang sepakbola tersohor asal Argentina, Lionel Messi.

Dokumen tersebut diklaim merupakan hasil riset yang dilakukan terhadap 100 grup media dan melingkupi surat menyurat elektronik (email), catatan finansial dan paspor selama 40 tahun terakhir. Mossack Fonseca sendiri disebut menangani lebih dari 300.000 perusahaan.

Nama Messi masuk dalam “sasaran” Panama Papers. Dalam dokumen tersebut, Messi dan ayahnya Jorge Horacio, merupakan pemilik Mega Star Enterprises, perusahaan yang mulai dilayani Mossack Fonseca pada Februari 2012. Sampai saat ini, Messi dan Jorge masih menjalani persidangan di Spanyol karena tudingan telah menggelapkan pajak.

Kasusnya, pelimpahan hak imej Messi kepada perusahaan yang berdomisili di Uruguay dan Belize. Perusahaan tersebut dinilai fiktif.
Messi dan ayahnya tegas menolak tudingan tersebut dan menggarisbawahi kesalahan tersebut disebabkan mantan penasihat finansial mereka. Untuk diketahui, Jorge telah membayar dengan sukarela pajak sebesar € 5 juta pada Agustus 2013.

Selain Messi, organisasi sepakbola tertinggi di dunia, FIFA, juga tak luput dari Panama Papers. Di antaranya, mantan Wakil Presiden FIFA dan Presiden UEFA, Michael Platini. Platini yang sekarang menjalani hukuman 6 tahun menyusul pembayaran ilegal dari Sepp Blatter, disebut meminta bantuan Mossack Fonseca untuk membantu pendirian perusahaan di Panama pada 2007 lalu.

Yang juga sangat mengejutkan, dalam dokumen Panama Papers, muncul nama Presiden Rusia, Vladimir Putin yang diklaim terlibat pencucian uang senilai US$ 2 miliar. Selain itu 8 pejabat tinggi Politbiro Partai Komunis Tiongkok dituding juga mengemplang pajak dengan cara menyimpan harta kekayaaannya di negara-negara yang minim pajak. Salah satu dari 8 pejabat tersebut adalah Presiden XI Jinping.

Editor : ME Gunawan
Sumber : AS-Guardian