• News

  • Bola

Kepercayaan Publik pada FIFA Merosot Tajam


ZURICH, NETRALNEWS – Menjelang digelarnya Kongres Luar Biasa Federasi Sepakbola Internasional (FIFA)—agenda utamanya memilih sosok presiden yang baru untuk menggan tikan Sepp Blatter—di Zurich pada Jumat, 26 Februari, tingkat kepercayaan publik terhadap badan otoritas sepakbola ter tinggi di muka bumi itu diklaim mengalami kemerosotan.

Hal ini tampak dari hasil survei yang dilakukan Transparansi Internasional (TI). Dari 25.000 penggemar sepak bola yang disurvei di 28 negara, sebanyak 69 persen responden menyatakan ke tidakpercayaannya terhadap FIFA.

Lebih mengejutkan lagi, ke tika ditanyakan siapa di antara lima kandidat Presiden FIFA yang lebih dipercaya, sebanyak 60 persen fan tidak memilih satu kandidat pun.

"Kepercayaan publik hanya bisa dikembalikan jika FIFA, IAAF dan dunia olahraga, jika reformasi skala besar tak sekadar diimplementasikan, tapi dilakukan secara transparan. Kami berharap (adanya) perubahan nyata pada 2016," ujar Chief Editor TI, Gareth Sweeney.

Guna menghilangkan budaya korupsi di tubuh FIFA, TI memberi rekomendasi harus adanya pengawasan lembaga independen dan laporan keuangan yang lebih transparan. Hal ini termasuk jaminan untuk melindungi hak asasi manusia dan masalah sponsor.

"Kami berharap FIFA bisa mengubahnya. ini. Kami tidak berharap organisasi seper ti FIFA harus terpecah seper ti yang terjadi di induk olahraga tinju atau lainnya," ujarnya.

Skandal suap memang sedang menghantam organisasi ter tinggi sepak bola tersebut sejak medio akhir 2015 lalu. Puluhan pejabat FIFA masuk dalam jeratan hukum.