• News

  • Cantik & Gaya

Fesyen Desain dari Daerah Tertinggal Libatkan Merdi Sihombing

 Fesyen desain dari daerah tertinggal libatkan Merdi Sihombing.
GPS
Fesyen desain dari daerah tertinggal libatkan Merdi Sihombing.

JAKARTA, NNC -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) fokus mengangkat pengembangan seni dan budaya daerah tertinggal sebagai modal pembangunan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui inisiasi kerja sama dengan desainer ternama Indonesia, Merdi Sihombing, yang dalam satu dekade ini aktif mengangkat kekayaan dan tradisi lokal.

Merdi Sihombing menjelaskan, EFWI adalah milestone dari perjalanan panjang yang perlu dilakukan oleh Indonesia dalam menerapkan konsep slow fashion. Konsep tersebut tentu menampilkan karya seni yang ramah lingkungan. Pemanfaatan potensi lokal yang dipadu dengan pewarnaan alami yang ramah lingkungan diyakini mampu menghasilkan nilai seni yang tinggi.

“Kebudayaan pembuatan kain dan pakaian tradisional yang diturunkan dari generasi ke generasi akan dipadukan dengan teknik pewarnaan alami. Teknik tersebut dilakukan dengan memanfaatkan bahan baku setempat, seperti pemanfaatan daur ulang limbah rumput laut menjadi pewarna alami tekstil Rote Ikat dan daur ulang limbah cumi-cumi dan timun laut menjadi pewarna alami tekstil ikat Alor,” sambungnya.

Yang tidak kalah penting, lanjut Merdi, penerapan konsep slow fashion juga menjadi upaya melestarikan warisan kebudayaan tekstil Indonesia dan membuka lapangan kerja di daerah-daerah yang akan meningkatkan perekonomian daerah.

Dirinya meyakini EFWI akan membuka mata masyarakat Indonesia dan dunia akan kekayaan budaya Indonesia bahwa Indonesia memiliki potensi yang begitu besar untuk menjadi negara dengan industri slow fashion terbesar di dunia.

“Kami semua di EFWI merasa bersemangat melancarkan gerakan yang dapat membuat perubahan besar di Indonesia ini, membawa budaya Indonesia ke dunia, membawa lebih banyak warga dunia ke Indonesia, dan akhirnya memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian nasional,” ungkap Merdi.

Eco Fashion Week Indonesia (EFWI) adalah gerakan fashion pertama dan terbesar di Indonesia yang diselenggarakan untuk merayakan anugerah Bumi dan manusia, serta untuk melindungi dan menyelamatkan Bumi. EFWI digelar untuk kali pertama di tahun 2018 ini. Gerakan ini didirikan oleh tiga orang founder yakni Merdi Sihombing, Myra Suraryo, dan Rita M. Darwis.

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?